Gempa dengan kekuatan 6,5 Skala Richter (SR) yang terjadi di selatan Jawa dan Bali, Selasa (4/9) pukul 01.23 WIB tadi terdeteksi di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat.Akibatnya temuan itu pun sempat menggegerkan pengamat yang sedang berjaga. Sebab seismograf yang mendeteksi aktivitas vulkanik gunung Tangkuban Parahu di Pos pengamatan bergetar kencang.Pengamat Gunung Tangkuban Parahu, Ilham Mardikayanta mengaku seismograf yang bergetar kencang itu adalah getaran yang dihasilkan oleh gempa yang bersumber dari gempa Banyuwangi."Jadi Gempa semalam yang menggetarkan itu ada di Banyuwangi dengan kekuatan 6,4 skala richter dengan durasi sekitar 184 detik," kata Pengamat Gunung Api Ilham Mardikayanta saat ditemui Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, Selasa (4/9).Namun sebelum terjadinya temuan gempa, pengamat pun sempat mendapati seismograf mencatat adanya peningkatan aktivitas tremor di kawah ratu yakni dengan tremor pada pukul 00.15- 04.05 WIB dengan amplitudo dominan 4-6milimeter.Perihal gempa yang terjadi di Selatan Jawa, dirinya belum bisa memastikan apakah akan memengaruhi kepada Tangkuban Parahu yang kini sedang berstatus waspada. "Kami belum bisa pastikan, tapi untuk gempa tektonik ada yang bisa memicu, tapi ada yang perlu dikaji ulang," ujarnya.
Gempa Banyuwangi bikin seismograf Tangkuban Parahu bergetar
Gempa di Banyuwangi berkekuatan 6,5 SR.
Advertisement
Rekomendasi