Wanita ibu kota harus bisa bela diri biar tambah pede

Penggunaan semprotan merica atau alat kejut listrik tegangan rendah juga bisa digunakan wanita untuk melawan penjahat.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Wanita ibu kota harus bisa bela diri biar tambah pede
Jakarta . ©2012 Merdeka.com

Kejahatan bisa mengincar siapa saja. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota di mana angka kriminalitas cukup tinggi.Umumnya aksi krimilitas cenderung menyerang kaum hawa. Wanita dianggap sosok yang lemah dan tidak bisa memberikan perlawanan sempurna dalam kondisi tertekan.Agar wanita bisa melindungi dirinya dari berbagai aksi kejahatan dengan kekerasan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar mengimbau agar para perempuan mau menguasai ilmu bela diri untuk menyelamatkan dirinya. Menurut Linda, teknik bela diri itu sangat penting dikuasai mengingat dewasa ini kejahatan tak pandang jenis kelamin, waktu dan lokasi.Imbauan itu ternyata diamini oleh seorang wanita bernama Tya. Tya mengaku sudah berlatih bela diri jenis Tae Kwondo sejak usia 12 tahun.Dulunya dia mengikuti itu cuma karena kesenangan semata. Tapi kini dia menyadari bahwa teknik bela diri itu cukup membuatnya merasa terlindungi. Apalagi pekerjaan yang dia tekuni saat ini menuntutnya selalu pulang malam."Setelah saya menguasai bela diri itu saya sadari berguna sekali. Apalagi saya perempuan, yang sewaktu-waktu bisa saja mendapat ancaman di mana pun, kapan pun," kata Tya saat berbincang dengan merdeka.comSelama berlatih dulu, Tya mengaku pernah diajarkan teknik bela diri yang paling mudah untuk wanita agar bisa melakukan perlawanan saat gangguan mengintai mereka. Teknik itu dinamakan gerakan membuka kunci."Teknik ini biasanya digunakan saat ada orang yang mendekap kita dari belakang. Dalam pola pertahanan yang diajarkan, saat tangan kita di depan dada, dan tangan si pelaku merangkul dari belakang, kita bisa mendorong ke depan tangan kita dengan kuat untuk melepaskan diri. Atau, kalau sudah terlatih, kita bisa mengambil posisi membungkuk, dan memanfaatkan kekuatan bahu untuk lolos dari ancaman seperti itu," jelasnya."Bisa juga teknik tendangan ap chagi (sebutan teknik di Tae Kwondo) dipraktikkan bagi yang sudah mahir," ungkap wanita berkantor di bilangan Jalan Dr Satrio ini.Tapi kini, kata Tya, wanita tidak perlu takut jika usia mereka sudah tak lagi muda untuk belajar bela diri. Sebab, untuk menguasi teknik bela diri bisa dimulai dari usia berapa pun. Apalagi saat ini Jakarta memiliki sudah banyak latihan bela diri khusus wanita semacam self defense."Dan latihan self defense itu setahu saya latihannya tidak perlu waktu lama, biasanya dalam 3-6 kali sesi, sudah bisa dipraktikkan," tambah Tya.Tya sendiri juga pernah mengikuti program self defense beberapa waktu. Hasilnya dia merasa semakin percaya diri, karena selain ilmu bela diri yang dikantongi sejak lama, Tya juga lebih bisa mengontrol emosinya."Saya pernah juga mengikuti 2 kali sesinya," katanya.Kalau merasa kesulitan dan takut memulai latihan bela diri, Tya coba memberikan tips lain untuk tetap menjaga diri dari ancaman kejahatan."Seperti penggunaan semprotan merica atau alat kejut listrik tegangan rendah, yang sekarang sudah banyak dijual bebas di beberapa tempat. Ini bagus untuk wanita yang setiap hari bekerja pulang larut malam membawa kendaraan sendirian atau naik angkutan umum," tandasnya.

Siswi SMK yang diperkosa teman facebook masih trauma

Perkosa adik kakak, anggota Satpol PP terancam dipecat

Mahasiswi UIN diperkosa di atas motor

Pemerkosa mengaku lebih nafsu dengan anak kecil

Wanita ibu kota harus bisa bela diri biar tambah pede

Pelaku sempat lucuti baju karyawati di angkot

Polisi tangkap sopir angkot yang mau perkosa karyawati

Dicabuli 3 kerabatnya, WDR hamil 4 bulan dengan gangguan jiwa

Anggota TNI selamatkan karyawati dari pemerkosaan di angkot

Tingkat pemerkosaan di New Delhi meningkat 23 persen

Rekomendasi