Beberapa nama petinggi Partai Demokrat seperti Andi Mallaranggeng dan Anas Urbaningrum disebut-sebut terlibat dalam korupsi proyek pembangunan pusat olah raga di Hambalang. Mereka pun telah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan.Selain keduanya, ada pula nama-nama dari pihak swasta juga sudah dipanggil. Namun, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.Ketua DPP Partai Demokrat, Umar Arsal, ikut angkat bicara soal kasus itu. Umar menyebut, kalau pun nantinya ada yang ditetapkan sebagai tersangka, dia memprediksi orangnya adalah Menpora Andi Mallarangeng."Malah yang akan menjadi tersangka terlebih dulu adalah Andi Mallarangeng," kata Umar kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/7).Selain Andi, dia memprediksi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto juga akan menyandang status tersangka. Lalu bagaimana dengan Anas?"Kalau Pak Anas masih jauh dari kasus Hambalang," jelasnya.Ketimbang Anas, Umar melihat peran Andi dan Joyo lebih besar dalam proyek itu. Maka dari itu dia yakin, keduanya lebih layak ditetapkan sebagai tersangka."Misalnya Pak Andi, beliau yang tahu soal proyek tersebut, sebagai pengguna anggaran dan Sesmenpora, Wafid Muharam sudah menjadi tersangka. Sedangkan Pak Joyo bertanggungjawab dalam masalah sertifikat tanah Hambalang," beber Umar.Anas sendiri sudah dua kali diperiksa KPK untuk kasus itu. Sedangkan Andi baru satu kali diperiksa terkait proyek itu.
Ketua DPP Demokrat: Andi lebih dulu jadi tersangka baru Anas
Ketimbang Anas, peran Andi dalam proyek Hambalang dinilai lebih besar.
Rekomendasi