Sebagai sarana transportasi massal, kereta api masih diminati warga untuk bepergian. Selain harga tiket yang murah, faktor kelancaran alias anti-macet juga menjadi daya pikat bagi orang banyak. Namun, karena kurangnya pengawasan dari pemerintah, kereta api masih menjadi andalan bagi sebagian orang untuk mengambil keuntungan pribadi. Seperti penjualan tiket tidak resmi oleh calo.Ibarat jamur di musim hujan, calo tiket selalu ada di setiap stasiun. Meski sudah diberantas, nyatanya calo tiket saat ini semakin lihai mengelabui petugas.Kepala Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Abdul Muis mengatakan, modus calo tiket sekarang sudah berkembang pesat, mulai dari menggunakan joki untuk mengantre tiket, hingga ada tim penjualan khusus yang memasarkan tiket."Modusnya untuk joki, dia disuruh ngantri dengan imbalan Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu untuk satu tiket. Kemudian dikasih ke calo. Dari calo punya marketing untuk memasarkan dan menawarkan tiket kepada calon penumpang," kata Muis kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (16/6).Untuk tim penjualan, dia akan mendatangi calon pembeli yang sedang mengantre tiket atau kehabisan tiket resmi. Ketika calon pembeli berminat dan sudah disepakati harganya, kemudian tim penjualan mengantarkannya ke calo.Yudi Elbasdianto (31), calo tiket yang biasa beroperasi di Stasiun Pasar Senen, berhasil ditangkap petugas saat menjual tiket ilegal kepada calon penumpang, Kamis (14/6).Dari tangan Yudi, polisi mendapatkan barang bukti berupa 4 tiket Kereta Api Tawang Jaya jurusan Jakarta Semarang, dan satu tiket Progo jurusan Jakarta Yogyakarta. Kelima tiket itu untuk pemberangkatan tanggal 14 Juni 2012."Berdasarkan UUD Perkeretaapian no 23 tahun 2007 pasal 184 junto 208, pelaku mendapat ancaman maksimal 6 bulan penjara dan termasuk tipiring," jelas Muis.
Cara calo tiket tipu petugas stasiun
Mulai dari menggunakan joki untuk mengantre tiket, hingga ada tim penjualan khusus yang memasarkan tiket.
Rekomendasi