Puluhan Bonek Mania menggelar aksi di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/6) malam, tepatnya di bawah patung Gubernur Suryo. Para pendukung setia Persebaya Surabaya itu, mengecam tindakan represif aparat kepolisian saat mengamankan pertandingan sepak bola.Para suporter fanatik Persebaya Surabaya itu, mengecam tindakan arogansi dan represif aparat kepolisian saat digelarnya laga lanjutan Indonesia Premier League (IPL) di Stadion Gelora 10 November antara Persebaya 1927 melawan Persija Jakarta, pada Minggu sore lalu."Kami mengecam arogansi dan tindakan represif aparat saat mengamankan pertandingan sepak bola. Kami juga masyarakat sipil dan warga negara Indonesia yang memiliki identitas jelas," tegas humas aksi, Yudho.Yudho menjelaskan, selain menggelar orasi di bawah patung Gubernur Suryo, para Bonek juga menyalakan puluhan lilin yang dibentuk seperti pita. "Di tengahnya kami taruh foto almarhum (Purwo Adi Utomo) yang menjadi korban kekerasan aparat kepolisian. Kami juga menaruh foto-foto kejadian sebagai background," lanjut dia.Dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu, mereka juga menggelar testimoni korban dan teatrikal yang menggambarkan kejadian saat itu (insiden Gelora 10 November).Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan: "Kami Mengecam Tindakan Arogansi dan Represif Aparat, Kami Bonek Juga Bagian dari Masyarakat"Seperti diberitakan sebelumnya, usai laga antara Persebaya 1927 vs Persija Jakarta dengan skor imbang 3-3, terjadi bentrok antara Bonek dengan aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah tribun.Dalam kondisi panik, penonton yang berada di tribun berhamburan menyelamatkan diri. Purwo Adi Utomo, warga warga Babadan Rukun 6, Surabaya tewas terinjak-injak, serta puluhan suporter terluka.
Bonek gelar aksi keprihatinan di bawah patung Suryo
Dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu, mereka juga menggelar testimoni korban dan teatrikal.
Rekomendasi