Buku Buyung: SBY pernah minta Kick Andy disetop

"Lho tidak bisa. Bukan hak saya untuk menghentikan. Itu haknya pers. Haknya Metro TV," kata Buyung.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Buku Buyung: SBY pernah minta Kick Andy disetop
kick andy. merdeka.com/wordpress

Lewat buku 'Nasihat untuk SBY', mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution membeberkan pengalamannya selama menjabat. Adnan menceritakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan pernah meminta salah satu tayangan Kick Andy di Metro TV, disetop.Ceritanya setelah nama Adnan Buyung diumumkan menjadi salah satu anggota Wantimpres, Buyung diundang dalam acara Kick Andy. Acara ini direkam dua minggu sebelum ditayangkan. Saat itu host Kick Andy, Andy F Noya menanyakan pada Buyung soal indikator keberhasilan Buyung memberikan nasihat pada SBY."Di dalam memberikan arahan kepada Kapten supaya kapal jangan tenggelam, kalau bentuknya nasihat, apa ukurannya nasihat abang diterima atau tidak. Bagaimana abang mengukur berhasil atau tidaknya nasihat abang itu, atau percuma saja abang memberi nasihat," tanya Andy F Noya.Buyung menjawab, "... Taruhlah dengan berpikir sederhana, ada sepuluh point of interest kepentingan bangsa dan negara yang dipertaruhkan, dan saya memberikan nasihat. Kalau sembilan dari sepuluh nasihat saya diterima, berarti berhasil nasihat saya itu. Tetapi kalau dari sepuluh nasihat saya hanya satu yang diterima, berarti gagal, tidak ada gunanya saya kasih nasihat, lebih baik saya keluar, saya cabut saja dari situ. Buat apa saya di situ," ujar Buyung disambut tepuk tangan meriah. (hal 19)Nah, ucapan Buyung itu dianggap menarik. Maka ucapan 'Kalau dari sepuluh nasihat saya hanya satu yang diterima, berarti gagal, tidak ada gunanya saya kasih nasihat, lebih baik saya keluar, saya cabut saja dari situ.' dikutip dan dijadikan iklan Promosi Kick Andy. Iklan itu ditayangkan setiap hari selama dua minggu.Rupanya SBY dan orang-orang dekatnya ikut memantau iklan ini. Penasihat khusus presiden TB Silalahi langsung menelepon Buyung."Bang, saya ini dekat dengan Presiden. Saya tahu perasaannya terpukul sekali dengan pernyataan abang ini. Abang kan belum dilantik, belum mulai bekerja tapi sudah ngancam mau keluar. Kenapa sih Abang begitu?"Buyung bersikeras mempertahankan pendapatnya. Keduanya ribut di telepon. Kemudian giliran Menseskab Sudi Silalahi yang menelpon Buyung. "Tolong Bang, disetop itu advertensinya jangan terus-terusan," ujar Sudi.Buyung kukuh saja. "Lho tidak bisa. Bukan hak saya untuk menghentikan. Itu haknya pers. Haknya Metro TV," balas Buyung.Rupanya pihak istana menelepon Andy F Noya, Andy pun menelepon Buyung. "Bagaimana nih Bang, promosi ini penting untuk Metro TV. Ini kan untuk menarik pemirsa," jelas Andy di telepon.Buyung menjawab, "Abang tahu. Abang tidak keberatan kok. Bukan Abang yang minta dihentikan. Abang senang saja, terserah kalianlah bagaimana mengatasinya," balas Buyung.Namun protes penguasa tersebut ternyata tak dihiraukan Metro TV. Acara tetap ditayangkan tanggal 3 Mei 2007. Iklan yang mengganggu pihak Istana pun tetap dilanjutkan."Rupanya di zaman reformasi ini, cita-cita kebebasan pers yang kita perjuangkan puluhan tahun, sudah terwujud dengan baik," tutupnya.

Rekomendasi