Semakin tingginya balita perokok disebabkan banyak faktor. Di antaranya rendahnya tingkat pendidikan dan ekonomi orang tua serta pola asuh anak yang salah."Perokok balita mereka yang orang tua berpendidikan rendah, ekonomi rendah. Perilaku terbentuk dari lingkungan bukan secara genetik, tapi iming-iming iklan melihat keluarga yang merokok dan dipengaruhi lingkungan pola asuh," ujar Ekowati Rahajeng selaku direktur pengendalian penyakit tidak menular, saat acara jumpa media di kantornya, Jakarta (25/5).Menurutnya hal ini membahayakan, karena kemungkinan ketika besar nanti anak ini akan mengalami akumulasi penyakit yang menyebabkan dia tidak bisa seproduktif orang yang tidak merokok."Sejak balita penyakit tidak menular sudah ada, akan berkumulatif, begitu juga dengan rokok akhirnya penyakit tidak menular muncul di usia dewasa" tambahnya lagi.Dari data riskesdas (riset kesehatan dasar) jumlah perokok anak meningkat dari 71.126 di tahun 1995 menjadi 426.214 di tahun 2007 atau naik sekitar 6 kali selama 12 tahun. Selain itu, Provinsi yang mempunyai jumlah perokok anak terbesar ditempati Jawa Timur kemudian Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Rendahnya pendidikan orang tua picu balita perokok
Di antaranya rendahnya tingkat pendidikan dan ekonomi orang tua serta pola asuh anak yang salah.
Rekomendasi