Hasil rapat sekretariat gabungan (Setgab) partai koalisi akhirnya memutuskan menendang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi. Kini, menteri-menteri PKS yang duduk di pemerintahan di ujung tanduk.Ada tiga menteri PKS yang saat ini duduk manis di pemerintahan. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie dan Menteri Pertanian Suswono.Nasib mereka sekarang ada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penguasa kabinet. Setiap waktu mereka bisa dikeluarkan setelah PKS ditendang dari partai koalisi.Keputusan SBY mengeluarkan PKS dari koalisi sudah diterima menterinya. Tifatul dan Suswono misalnya, mengaku siap direshuffle."Siap tidak siap, PKS ya direshuffle saja. Soal kabinet itu kewenangan presiden dan di jamin oleh Undang-Undang," kata Tifatul.Tidak hanya Tifatul, Suswono juga punya pendapat sama. "Dari dulu pertama kali diangkat jadi menteri, maka saya harus siap juga direshuffle," tegas Suswono kemarin.Meski alarm reshuffle sudah semakin dekat pascaputusan rapat setgab semalam, hingga saat ini belum ada pemanggilan dirinya oleh presiden. "Kalau presiden melakukan reshuflle saya sudah siap," tegas Suswono.Plus-minus keluar koalisiPengamat Politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, ada sisi baik dan buruk jika PKS tetap atau keluar dari koalisi. Jika bertahan, PKS akan mendapat akses besar dan mudah dalam urusan finansial pada Pemilu 2014 nanti."Tapi jika dia keluar justru PKS sangat memungkinkan konsolidasi internal partainya," tegas Burhan.Menurut dia, dalam rapat semalam di Cikeas, SBY memang sudah mengkondisikan akan menendang PKS dari koalisi. Sebab, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu sudah gerah dengan sikap PKS."SBY menilai PKS sudah melanggar kontrak koalisi. Sikap PKS memang dablek (tidak bisa diatur)," terang Burhan.
Trio PKS di ujung tanduk
Nasib mereka sekarang ada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penguasa kabinet.
Advertisement
Rekomendasi