Penantang Foke-Nara harus bisa manfaatkan isu BBM

Persepsi publik di tingkat lokal adalah cermin evaluasi publik di tingkat nasional.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Penantang Foke-Nara harus bisa manfaatkan isu BBM
Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. merdeka.com/dok

Rencana kenaikan BBM oleh pemerintah dinilai bakal mempengaruhi perilaku pemilih dalam Pilgub DKI Juli mendatang. Pasangan incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, yang diusung oleh Partai Demokrat, dinilai sebagai yang paling terkena dampak negatif tersebut.Menurut analis politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, hal itu didasarkan pada sosiotropik yakni persepsi publik di tingkat lokal adalah cermin evaluasi publik di tingkat nasional."Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli paling kena dampak negatif, apalagi keduanya berasal dari Partai Demokrat yang menjadi motor kenaikan harga BBM," kata Burhanuddin saat dihubungi merdeka.com, Kamis (22/3).Sekarang, kata Burhanuddin, adalah tinggal bagaimana cara para calon non-incumbent bisa memanfaatkan isu kenaikan BBM tersebut. Sebab, dari banyak Pilkada, figur pasangan lebih mempengaruhi ketimbang faktor partai pengusungnya."Jadi siapa yang paling bisa memanfaatkan isu BBM adalah pasangan non-incumbent yang punya strategi yang baik untuk bisa mendapatkan insentif elektoral," ujarnya.Dia menambahkan, belum tentu pasangan yang diusung partai penolak BBM akan bisa memanfaatkan isu kenaikan BBM dengan baik. Dua pasangan yang diusung dari partai penolak kenaikan BBM adalah Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (PDI Perjuangan dan Gerindra) dan Muhammad Hidayat Nur Wahid-Didik Junaidi Rachbini (PKS)."Ini tergantung bagaimana pasangan calon mem-frame isu itu dengan baik dalam kampanye," ujarnya.

Rekomendasi