Keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke China juga berbarengan dengan kepergian 87 pemuda ke negeri ginseng itu. Namun demikian, kepergian 87 pemuda dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu tidak satu pesawat dengan Presiden.Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, menjelaskan kepergian 87 pemuda ke Beijing juga atas biaya serta undangan Kementerian Pemuda Republik Rakyat China."Ini merupakan kerja sama antar Kementerian Olahraga dan Pemuda Indonesia dan China. Memang unsur pemuda termasuk BEM ada di bawah Menpora kita. Tapi jelas bahwa, 87 orang itu tidak masuk dalam pesawat kepresidenan, biaya dan akomodasi sepenuhnya dari China, tidak pakai dana APBN," tegas Julian.Hal itu ditegaskan Julian sebelum menemani keberangkatan Presiden di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (22/3). Pernyataan Julian ini membantah tudingan bahwa para pimpinan mahasiswa diajak Presiden untuk meredam aksi demonstrasi anti-kenaikan BBM di dalam negeri.Julian mengaku awalnya tidak mengetahui rencana keberangkatan 87 pemuda. Namun setelah mengonfirmasi pihak Kemenpora, kata Julian, ia mengetahui memang terdapat keberangkatan bersamaan dengan jadwal kunjungan kenegaraan Presiden ke China. Karenanya, dia bisa memastikan keberangkatan para pemuda tersebut dilakukan dengan sepengetahuan Kemenpora."Mungkin bisa ditanyakan ke Menpora, 87 orang yang berangkat itu atas komunikasi antar-menpora kita dan China," ungkapnya.Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing dan Hongkong, China, mulai siang ini hingga Minggu (25/3). Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti KTT Keamanan Nuklir Kedua (Second Nuclear Security Summit) sehari setelahnya. Presiden dan rombongan direncanakan kembali ke tanah air pada Kamis (29/3).
Mahasiswa ke China tak satu pesawat dengan SBY
Kepergian 87 pemuda ke Beijing juga atas biaya serta undangan Kementerian Pemuda Republik Rakyat China.
Rekomendasi