Mochtar tertangkap, satgas penjaga rumah dinas bubar

Dalam beberapa hari ini rumah dinas Mochtar Mohamad selalu ramai. Banyak simpatisan PDIP yang berkunjung.

Pramirvan Datu Aprillatu
Mochtar tertangkap, satgas penjaga rumah dinas bubar
Pengajian di rumah Mochtar. merdeka.com/pramirvan datu aprillatu

Dalam beberapa hari ini rumah dinas Mochtar Mohamad di Jalan Ahmad Yani No 1 Bekasi Timur selalu ramai. Hari ini misalnya, sebanyak 20 orang simpatisan PDIP sejak pagi tadi berkumpul di rumah Mochtar.Mereka datang dengan memakai baju berwarna merah. Sebagian dari kalangan ibu-ibu dan ada juga dari pria yang memakai seragam satgas PDIP.Sama seperti kemarin sore, kegiatan mereka melakukan pengajian dan shalawatan.Namun, di saat mereka melakukan shalawatan tiba-tiba ada pria gempal menghampiri ibu-ibu yang sedang melakukan pengajian. "Ibu-ibu terima kasih sudah hadir di sini. Mohon pengajiannya dilanjutkan di rumah masing-masing," kata pria itu yang tidak diketahui namanya.Kedatangan pria itu bebarengan dengan informasi tertangkapnya Mochtar di Bali. Setelah mendapat arahan, rombongan ibu-ibu dan satgas simpatisan PDIP itu membubarkan diri.

Kini rumah Mochtar terlihat sepi. Hanya ada dua orang penjaga rumah dari Satpol PP Pemkot Bekasi.Mochtar sebelumnya ditangkap aparat keamanan di Seminyak, Bali, Rabu (21/3) sekitar pukul 10.00 Wita. Dia ditangkap di sebuah vila di kawasan Seminyak.Menurut petugas front office vila tersebut, Astini Suryadewi, pada saat itu tiba-tiba datang polisi bersenjata lengkap dan sejumlah petugas berpakaian preman.Mochtar dihukum enam tahun sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung. Ia terbukti melakukan tindak pidana korupsi.Ia dijerat empat kasus sekaligus, yaitu penyalahgunaan APBD Kota Bekasi, suap dalam pemilihan Piala Adipura tahun 2010, suap kepada BPK dan penyalahgunaan anggaran makan dan minum. Korupsi yang dilakukan Mochtar mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar.

Rekomendasi