Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyatakan situasi Suriah yang mulai tidak terkendali adalah tanggung jawab bagi komunitas internasional dan kemanusiaan. Pasalnya, setahun sejak kelanjutan gerakan prodemokrasi, rakyat Suriah berada dalam kesulitan dan bahaya."Banyak nyawa melayang, rakyat di sana secara berulang-ulang dan berani untuk bicara kesetaraan hukum dan kebebasan untuk bicara, kebebasan mendirikan perkumpulan dan hak asasi mereka," ujar Ban Ki-Moon di Istana Bogor, Selasa (20/3).Kini, lanjut Ban, dengan terbunuhnya 8 ribu orang, situasi di negara itu sudah mencapai batasnya sehingga membuat komunitas internasional menyuarakan pendapatnya. Untuk dapat menyelesaikan konflik, Ban menemui mantan Sekjen PBB Kofi Atta Anan untuk turut serta dalam utusan khusus."Tiga prioritas utama kami ada tiga, yaitu hentikan kekerasan dua belah pihak dan hentikan pembunuhan terhadap rakyat, adakan dialog politik untuk menemukan solusi politik, dan berikan akses sebesar-besarnya bagi bantuan kemanusiaan," tandasnya di sela-sela perbincangannya bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Untuk memperbaiki keadaan dan situasi di Suriah kembali stabil, dirinya berjanji akan terus bekerja dalam menyelesaikan demokratisasi di negeri tersebut. Bahkan, imbuh Ban, seluruh komunitas dunia memiliki tanggung jawab moral dan politik atas kejadian yang menimpa rakyat Suriah."Kita tidak punya waktu yang terbuka dan jangan membuang-buang waktu, satu jam keterlambatan saja akan berarti bertambahnya kematian dan bertambah lagi. Saya harap, komunitas internasional kembali menyerukan mereka dalam satu suara," pintanya.
Sekjen PBB: Suriah tanggung jawab internasional
Setahun sejak kelanjutan gerakan prodemokrasi, rakyat Suriah berada dalam kesulitan dan bahaya.
Rekomendasi