Masyarakat Pontianak melakukan aksi unjuk rasa menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI). Menanggapi peristiwa itu Kapolri Jenderal Timur Pradopo meminta masyarakat menghentikan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum."Kapolda beserta instansi terkait dan pemerintah daerah terus mengajak masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal melanggar hukum dan itu yang kita lakukan" tegas Timur usai menghadiri prosesi pemakaman mantan Kapolri Dibyo Widodo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (16/3).Seperti yang diberitakan sebelumnya, kondisi Pontianak sendiri sempat memanas pada Rabu kemarin (14/3) ketika warga Dayak melakukan unjuk rasa menolak keberadaan FPI di daerah mereka. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, pihak kepolisian menggelar mediasi siang tadi untuk mendamaikan kedua kubu yang saling bersitegang. Situasi semakin mencekam menyusul beredarnya pesan-pesan melalui SMS dan BBM. Namun, Mabes Polri menegaskan bahwa situasi di Pontianak sudah berangsur kondusif. Kepolisian berharap semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi.
Kapolri: Demo anti-FPI jangan langgar hukum
Imbauan itu disampaikan Kapolri menanggapi aksi unjuk rasa di Pontianak yang menolak keberadaan ormas FPI.
Advertisement
Rekomendasi