Perbaikan Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Bali akibat kerusuhan beberapa waktu lalu ditaksir akan menghabiskan dana sebesar Rp 91,237 miliar.Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Hukum dan HAM Wilayah Bali Priyadi mengatakan, dana sebesar itu telah diajukan ke pusat agar segera disetujui Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin."Kita proyeksikan perbaikan itu bisa selesai tujuh bulan, meski harusnya butuh waktu setahun," kata dia kepada wartawan, Selasa (13/3).Priyadi menjelaskan, perbaikan yang mendesak dilakukan yakni membangun gedung perkantoran yang ikut hangus terbakar saat kerusuhan. Nantinya, gedung perkantoran Lapas itu akan dibangun tiga lantai dengan biaya mencapai sekitar Rp 20 miliar.Perbaikan mendesak lainnya adalah pembangunan sel narapidana yang sebagian besar ikut rusak akibat kerusuhan dan karena usia bangunan yang sudah tua. "Hampir semua sel temboknya terbuat dari batako. Jeruji sel juga dari besi kosong. Didorong lima napi saja sudah roboh itu," ungkap Priyadi.Dia mengakui, sejumlah persoalan di Lapas Kerobokan belum terselesaikan, mulai kurangnya jumlah petugas, kapasitas Lapas yang overload hingga 200 persen sampai gangguan keamanan, terutama peredaran narkotika.Untuk persoalan overload, kata Priyadi, sudah ditekan dengan memindahkan napi ke sejumlah lapas di Bali dan Jawa. Jika saat kerusuhan jumlah napi sebanyak 1.015 orang, kini tinggal 873 napi, 60 orang diantaranya napi warga asing.Upaya merelokasi Lapas Kerobokan ke wilayah lain juga ditolak pemerintah daerah karena tidak ada tanah negara yang bisa digunakan. "Opsi yang ada sementara membangun kembali Lapas yang ada saat ini," imbuh Priyadi.
Renovasi LP Kerobokan butuh dana Rp 91 miliar
Perbaikan yang mendesak dilakukan yakni membangun gedung perkantoran yang ikut hangus terbakar saat kerusuhan.
Rekomendasi