DPR akan segera memberlakukan finger print untuk menekan jumlah anggota DPR yang bolos. Harga alat absen tersebut tak tanggung-tanggung, yakni Rp 300 juta. Lantas bagaimana jika alat tersebut tidak membawa pengaruh bagi kehadiran anggota DPR?Ketua DPR Marzuki Alie mengaku tidak mau dipersalahkan jika hal tersebut terjadi. Pasalnya, Marzuki mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan anggota DPR yang bolos."Jadi jangan salahkan saya, dan jangan bilang saya nggak punya leadership," kata Marzuki Alie kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/3).Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini menyatakan, jika dirinya memiliki kewenangan untuk menindak anggota DPR yang bolos, maka persoalan itu akan bisa selesai dalam waktu enam bulan."Kalau saya diberi kewenangan untuk menindak, enam bulan akan beres," kata dia.Sebelumnya, dalam rapat yang diikuti pimpinan DPR, Badan Kehormatan DPR dan para pimpinan fraksi beberapa waktu lalu, disetujui penggunaan finger print untuk meminimalisir anggota DPR yang bolos. finger print seharga Rp 300 juta itu akan dipasang di 16 pintu di Gedung DPR.Tak hanya itu, ruang sidang Paripurna juga akan dipasangi kamera CCTV, guna memantau kondisi rapat Paripurna.
Marzuki Alie: Jangan salahkan saya anggota DPR bolos
Jika diberi kewenangan untuk menindak anggota DPR yang bolos, Marzuki Alie akan menuntaskannya dalam waktu enam bulan.
Rekomendasi