Marsekal Madya Rio Mendung Thalieb menjadi salah satu buruan media awal 2011 lalu. Bukan terkait prestasi atau promosi pangkatnya. Rio disebut menjadi komisaris PT Sarwahita. Sebuah perusahaan milik Malinda Dee.Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono sendiri yang akhirnya mengumumkan pencopotan Marsekal Madya Rio Mendung Thalieb dari posisi wakil gubernur Lemhannas. Mabes TNI gerah soal kabar Rio Mendung menjadi salah satu komisaris di PT Sarwahita."Nah karena isu sudah berkembang tanggal 11 April 2011 kemarin saya ambil keputusan. Saya tempatkan sebagai pati (perwira tinggi) di Mabes TNI, karena penggantinya masih dalam proses," kata Agus di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/4/2011).Rio Mendung masuk kotak. Jenderal bintang tiga TNI AU ini akhirnya mengakhiri karirnya di TNI setelah santer diberitakan terlibat dalam perusahaan Malinda Dee.Awalnya TNI membela Rio Mendung. Para petinggi TNI menilai tindakan Rio Mendung ikut berbisnis dapat dibenarkan. Alasannya, Rio Mendung sedang masuk masa persiapan pensiun. Karena itu Mabes TNI mengizinkannya berbisnis. Tapi pendapat ini mendapat kritik banyak pihak. Akhirnya TNI pun mencopot Rio Mendung.
Rio Mendung membantah menerima keuntungan dari perusahaan Malinda. Dia mengaku posisinya di PT Sarwahita hanya sebagai penasihat perusahaan. Rio pun tidak mengeluarkan uang dalam perusahaan itu."Sejak Oktober 2010 itu saya diminta masuk ke dalam organisasi itu. Awalnya saya diminta sebagai penasihat, karena modal saya hanya pemikiran, pengetahuan dan pengalaman, saya tidak modal apa-apa itu yang saya berikan," kata alumnus AAU tahun 1975 ini.