Jefrry, salah seorang korban pembacokan di RSPAD menemui pembacoknya, Robert di sel Mapolres Jakarta Pusat. Jeffry mengaku belum memaafkan pelaku. "Dia (Robert) tadi minta maaf. Saya bilang kalau minta maaf sama Tuhan saja," ujar Jeffry saat meninggalkan Polres Jakarta Pusat, kepada merdeka.com, Selasa (6/3) malam.Jeffry mengaku cuma ingin melihat para penyerangnya sehat atau tidak. Dia menjelaskan motif bentrokan memang dipicu masalah narkoba. Teman Jeffry yang bernama Edo, berhutang narkoba pada Edo Tupessy. "Kalau masalah ini saya serahkan saja sama hukum," katanya.Jeffry mengaku belum bisa menerima kejadian yang menewaskan dua rekannya itu. Saat kejadian Jeffry sedang melayat temannya yang meninggal karena sakit."Kenapa kami diserang?" ujarnya heran.Jeffry pun mengaku belum menemui Irene Tuppessy yang merupakan istri Edo Tupessy dan diduga merupakan otak penyerangan di RSPAD Gatot Soebroto. "Tadi sudah diamankan," katanya.Penyerangan di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat terjadi pada Kamis (23/2) dinihari lalu. Dua orang Ricky Tutu Boy, dan Stendli Ay Wenno tewas. Sementara empat orang terluka adalah, Oktavianus, Yopi, Erol dan Jefri.
Korban pembacokan RSPAD: Kalau minta maaf sama Tuhan
Jefrry, salah seorang korban pembacokan di RSPAD menemui pembacoknya, Robert di sel Mapolres Jakarta Pusat.
Advertisement
Rekomendasi