Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menampik tuduhan pemilihan direktur utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) baru Megananda Daryono mempunyai kaitan dengan partai-partai tertentu.
Menurut Dahlan, penunjukan Megananda memang sangat diperlukan dalam pembentukan holding karena Megadana telah mengenal BUMN tersebut dan mempunyai kinerja yang sangat bagus pada saat menduduki jabatan sebelumnya yaitu Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN.
Dahlan menjelaskan alasan Megananda diangkat menjadi Dirut holding karena selama menjabat sebagai deputi menolak intervensi dari mantan bendahara Demokrat, Dahlan Iskan menampik tuduhan pemilihan direktur utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) baru Muhammad Nazaruddin, yang mencoba memasukkan orang-orangnya menjadi direksi di beberapa PTPN.
"Kemudian saya lihat beliau integritasnya baik, beliau pernah cerita 15 kali dipanggil Nazarudin, ditekan, tapi tidak satupun yang dituruti," katanya di Jakarta, Senin (5/3).
Yang terpenting, kata Dahlan, Megananda dapat mengantarkan holding ke arah yang lebih baik lagi dari sekarang. Namun, holding tersebut masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP).
"Tapi yang penting fungsi pak Mega untuk mengantarkan hingga terbentuk holding, dan dia yang membidangi lahirnya itu. Jadi kalau misal orang baru, yang selama ini nggak dikenal oleh dirut-dirut PTPN, kurang lancar.
Sebelumnya, keputusan Dahlan tersebut menuai kontroversi dan cibiran di dunia maya. Bahkan, dalam akun twitter anonim yang mengatasnamakan @triomacan2000 menyebutkan Menteri BUMN Dahlan Iskan menampik tuduhan pemilihan direktur utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) baru Megananda Daryono yang jadi Dirut Holding PTPN.