Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan peziarah gelar upacara dan berdoa di makam Lafran Pane

Ratusan peziarah gelar upacara dan berdoa di makam Lafran Pane Makam Lafran Pane. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada yang berbeda dari makam Prof. Lafran Pane yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Jumat (10/11). Tak seperti hari biasanya, pagi ini ratusan orang menggelar upacara di kompleks pemakaman pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Berbagai kalangan warga baik dari pemerintah, TNI, anggota dan alumni HMI hingga sanak famili Lafran Pane berbaur menjadi satu mengikuti upacara yang dimulai pukul 10.30 WIB. Para peserta upacara ini hendak memberikan penghormatan kepada Lafran Pane yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan oleh Presiden Jokowi. Mereka tampak khusyuk untuk mendoakan dan mengenang kembali sosok Lafran Pane.

Usai upacara rampung digelar, dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi acara tabur bunga di atas pusara makam Lafran Pane pun dilakukan. Didampingi oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Kolonel Inf Ida Bagus Surya dan cucu Lafran Pane, Tohfani Pane acara tabur bunga dilakukan dengan khidmat.

Ida Bagus menjabarkan jika upacara digelar untuk mengenang jasa-jasa Lafran Pane sebagai seorang pahlawan. Selain digelar di kompleks makam Lafran Pane, upacara juga digelar di TMP yang ada di Yogyakarta.

"Pak Lafran Pane ini baru saja diangkat jadi pahlawan. Banyak jasa-jasa beliau yang harus kita teladani. Pemikiran beliau yang berjasa untuk Indonesia di antaranya meminta kembali Undang-Undang 1945 menjadi dasar negara," ungkap Ida Bagus.

Terpisah, cucu Lafran Pane, Tohfani Pane mengucapkan syukur atas gelar pahlawan yang diberikan oleh pemerintah. Gelar pahlawan ini, lanjut Tohfani, akan menjadi pelecut bagi keluarga dan masyarakat untuk meneruskan pemikiran dan nilai-nilai luhur yang diwariskan Lafran Pane.

"Generasi muda harus lebih menghargai jasa dan arti kepahlawanan. Pahlawan tak melulu harus orang yang berjuang mati demi kemerdekaan Indonesia. Namun bisa juga orang-orang yang berjasa banyak untuk hidup kita. Pahlawan itu ada banyak di sekitar kita. Mereka adalah orang-orang yang berjasa untuk hidup kita seperti guru, orang tua dan sahabat. Maka kita harus lebih menghargai jasa mereka," tutup Tohfani.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP