Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melaporkan bahwa ratusan warga yang sebelumnya mengungsi akibat banjir kini telah mulai kembali ke rumah masing-masing. Keputusan ini diambil seiring dengan surutnya genangan air di berbagai wilayah serta menurunnya intensitas curah hujan di daerah tersebut.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa jumlah pengungsi telah berkurang secara signifikan. Jika sebelumnya tercatat ada 2.467 jiwa yang harus mengungsi di belasan tempat, kini hanya tersisa 1.579 jiwa yang masih bertahan.
Proses kembalinya para pengungsi ke rumah menandakan adanya perbaikan kondisi di daerah terdampak. Meskipun demikian, pihak BPBD tetap siaga penuh dan terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan keamanan dan pemulihan warga.
Advertisement
Advertisement
Jumlah pengungsi banjir Kudus menunjukkan penurunan yang drastis dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan kondisi genangan air yang semakin surut. Dari total 2.467 jiwa yang sempat mengungsi, kini hanya 1.579 jiwa yang masih berada di sembilan tempat pengungsian yang tersebar di wilayah Kudus.
Eko Hari Djatmiko menjelaskan bahwa hampir semua daerah yang sebelumnya terdampak banjir di 38 desa pada sembilan kecamatan kini mulai surut secara bertahap. Sebelumnya, bencana ini telah mempengaruhi 22.503 keluarga atau sekitar 70.543 jiwa di Kabupaten Kudus.
Jumlah rumah yang terdampak juga mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya tercatat 10.060 rumah tergenang, kini tersisa 2.675 rumah yang masih terendam air, tersebar di empat kecamatan.
Advertisement
Meskipun demikian, beberapa lokasi masih memerlukan perhatian khusus dan belum sepenuhnya pulih. Contohnya di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, genangan air masih cukup tinggi, sehingga kepulangan 101 pengungsi di Balai Desa Karangrowo yang seharusnya hari ini harus ditunda hingga esok hari.
Advertisement
Seiring dengan menurunnya jumlah pengungsi banjir Kudus, operasional dapur umum juga turut disesuaikan. Dari 23 lokasi dapur umum yang sebelumnya aktif melayani kebutuhan pangan, kini hanya tersisa tujuh lokasi yang masih beroperasi.
Dapur umum lainnya telah dinonaktifkan karena sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing dan mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri. Hal ini menunjukkan efektivitas penanganan darurat dan pemulihan kondisi di lapangan.
BPBD Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan intensif di desa-desa terdampak banjir. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih sepenuhnya.
Advertisement
"Kami tetap siaga dan terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih," ujar Eko Hari Djatmiko, menekankan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews