Banjir bandang yang menimpa warga Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, mengundang keprihatinan pelajar SMA Negeri 2 Mendoyo. Guru dan ratusan pelajar di sana menggalang dana dan kerja bakti membersihkan endapan lumpur dan sampah di rumah dan pekarangan warga yang terdampak.
"Kami sangat prihatin terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang. Karena itu kami terketuk untuk bersama-sama membantu warga membersihkan endapan lumpur dan sampah di rumah-rumah warga terdampak," ujar ucap Kepala SMA Negeri 2 Mendoyo I Komang Winata, Selasa (8/1).
Ratusan pelajar yang terlibat kegiatan gotong royong tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok bertugas membersihkan lumpur dan sampah.
Sementara itu Perbekel Penyaringan I Made Dresta mengatakan, sedikitnya ada 58 KK yang terdampak, dari jumlah tersebut sebagian mengalami kerusakan berat.
"Tiga rumah warga roboh, dua di antaranya merupakan bedah rumah dan satu rumah semi permanen. 14 ekor sapi milik warga, 9 ekor babi dan 500 ekor lebih bebek hilang dalam musibah," ujarnya.