Ratusan Mahasiswa di Bandung Mengalami Luka

Selasa, 24 September 2019 22:09 Reporter : Aksara Bebey
Ratusan Mahasiswa di Bandung Mengalami Luka Demo mahasiswa bandung ricuh. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 113 Mahasiswa mengalami luka dalam kericuhan aksi unjuk rasa di Kota Bandung, Selasa (24/9). Tujuh orang di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Wakil Presiden Mahasiswa Unisba Sulton Arief Mauludi mengatakan, ratusan mahasiswa itu berasal dari berbagai universitas. Mereka dirawat di kampus Unisba yang memang dijadikan salah satu tempat evakuasi.

"Ada tujuh orang yang harus mendapatkan perawatan. Mereka dibawa ke RS Hasan Sadikin, RS Sariningsih, RS Halmahera, dan RS Boromeus Bandung," kata dia.

Tujuh orang itu mengalami luka atau cedera yang tidak bisa ditangani, seperti luka di bagian kepala, patah tulang bengkak atau sesak nafas. Sementara ratusan mahasiswa lain yang lukanya kategori ringan mendapat perawatan di kampus Unisba.

Di kampus Unisba, pihaknya menggandeng sejumlah lembaga pemerintah dan relawan. Seperti, PMI Kota Bandung, Layad Rawat Pemprov Jabar dan tim Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Luka yang diderita para mahasiswa ia duga karena kepanikan yang terjadi setelah aparat keamanan menggunakan bom asap, gas air mata, water canon dalam membubarkan massa.

"Sebagian dari mereka yang luka sudah pulang. Pihak kampus juga sangat membantu dalam memfasilitasi adanya tim kesehatan," katanya.

Di lain pihak, Rektor Unisba, Edi Setiadi menyatakan komitmennya untuk melindungi mahasiswa. Ia tidak mempermasalahkan tempatnya dimanfaatkan sebagai lokasi evakuasi massa aksi.

"Ya tidak apa-apa, jadi tempat evakuasi, tempat kawan-kawan yang kena semprot gas air mata, tidak menjadi persoalan bagi Unisba," ujarnya.

Sehari sebelumnya pun ia menyatakan dukungan terhadap mahasiswanya untuk responsif terhadap isu yang berkembang sekaligus peduli terhadap kepentingan masyarakat luas. Namun, semuanya harus dilakukan dengan cara yang sesuai aturan.

"Silakan melaksanakan kritik, unjuk rasa, menyampaikan pendapat, dalam koridor yang dibenarkan secara hukum," katanya. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Demo Mahasiswa
  2. Mahasiswa
  3. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini