Rampok Tetangga Buat Beli Susu Anak, Zulkifli Ditembak Polisi

Kamis, 26 September 2019 03:03 Reporter : Saud Rosadi
Rampok Tetangga Buat Beli Susu Anak, Zulkifli Ditembak Polisi Tersangka Zulkifli dengan luka tembak di kakinya. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Salimah (27), ibu rumah tangga yang tinggal di Muang Ilir RT 26, Samarinda, Kalimantan Timur, jadi korban perampokan Zulkifli (32), tidak lain tetangganya sendiri. Kurang dari satu jam, Zulkifli ditangkap, dan timah panas bersarang di kakinya lantaran melawan petugas.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.00 WITA. Salimah sendiri di rumahnya, lantaran suaminya bekerja. Belakangan, sosok pria tak dikenal berpenutup wajah dari kaos, menyekapnya dengan pisau.

"Korban disekap. Pelaku ini masuk dari pintu depan karena tidak dikunci," kata Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Ipda Fahrudi, ditemui merdeka.com di kantornya, Jalan DI Panjaitan, Rabu (25/9) sore.

Menggunakan pisau yang ditodongkan ke leher, Salmiah tidak berkutik. Setelah perhiasannya seperti kalung emas seberat empat gram dan anting satu gram.

"Korban kemudian diseret ke kamar, ke dapur, ke kamar lagi," ujar Fahrudi.

"Korban diancam dibunuh, diminta pelaku memberikan uang tunai. Tapi oleh korban, tidak ada karena uang dibawa suaminya. Setelah menelungkupkan korban, pelaku kemudian kabur," tambah Fahrudi.

Aksi perampokan itu kemudian sampai ke telinga polisi. "Kami ke lokasi, olah TKP. Dari keterangan saksi korban, dari mata dan suaranya dia mengenali pelaku adalah tetangganya sendiri," sebut Fahrudi.

Polisi bergerak ke rumah Fahrudi, berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban. Sempat mengelak, Zulkifli akhirnya mengakui perbuatannya, dan ditangkap sekira pukul 09.45 WITA.

"Perhiasan dia simpan bawah tempat tidur, belati di bawah tempat rumah dan HP korban dihancur, dibuang ke kloset. Jadi waktu mau kita masukkan ke mobil, dia sempat mau kabur, dan kita lumpuhkan kakinya," terang Fahrudi.

Zulkifli kini meringkuk di penjara. Belakangan diketahui, dia residivis kasus pembunuhan dengan vonis 14 tahun penjara, baru keluar 3 bulan lalu.

"Cuma terdesak saja Pak. Kalau tidak ketahuan, perhiasannya mau saya jual karena perlu uang beli susu anak," kilah Zulkifli. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Perampokan
  2. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini