Rakyat Harus Bersatu Kembali Membangun Bangsa Pasca-Pemilu

Kamis, 17 Oktober 2019 23:53 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Rakyat Harus Bersatu Kembali Membangun Bangsa Pasca-Pemilu Organisasi PARA Syndicate gelar kuliah kebangsaan. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Dalam merayakan perjalanannya selama empat tahun Organisasi PARA Syndicate menggelar kuliah kebangsaan dengan mengangkat tema: KITA BERSATU MEMBANGUN INDONESIA: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta hari ini. Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat kembali bersatu membangun bangsa pascapesta demokrasi 2019.

Menurut Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo yang diperlukan di tengah konflik permasalahan yang ada di Indonesia hanya satu kesatuan dalam membangun Indonesia.

"Indonesia sedang mengalami krisis demokrasi, sebagaimana bunyi Pancasila ke tiga dan empat dimana kata persatuan lebih dulu dari demokrasi. Artinya kita perlu terlebih dahulu bersatu baru bisa menjadi negara yang berdemokrasi," ujar Ari di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (17/10).

Di kesempatan yang sama Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menyampaikan untuk tidak selalu menyeret agama dalam konflik bernegara. Selesaikan masalah sesuai porsinya masing-masing.

"Saya termasuk risih segala-galanya diagamakan, nabi mengatakan urusan keduniaan anda lebih tahu enggak usah ke sini, mana otoritas. Jangan semua urusan harus cari dalil, bawa ke agama. Jangan terlalu manja kepada Tuhan, nanti kecewa. Tuhan tidak merancang kita menjadi pengemis seperti itu," ujar Nasaruddin.

Selain itu, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan, menjadi bangsa yang baik diperlukan warga negara yang memiliki watak berketuhanan dan tidak menghilangkan Pancasila dalam dirinya.

"Pancasila itu kalau dihayati akan membentuk watak-watak berketuhanan, watak berperikemanusiaan, watak persatuan, watak kerakyatan dan keadilan kalau setiap warga negara Indonesia mempunyai watak seperti itu bisa mempunyai peranan yang sangat penting di dalam kehidupan bernegara," ujar Kardinal. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu
  2. Pemilu 2019
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini