Sosok almarhum Mbok Sarinah, salah satu wanita yang banyak memberikan pengaruh bagi Presiden pertama RI, Soekarno (Bung Karno) dalam masa perjalanan hidupnya. Ungkapan itulah yang disampaikan Puti Guntur Soekarno, di hadapan ribuan relawan perempuan yang menamakan 'Rampak Sarinah' ketika berada di Gor Lembu Peteng Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (26/2).
Puti mengungkapkan, Mbok Sarinah adalah pengasuh Bung Karno ketika tinggal bersama kakeknya Eyang Raden Hardjodikromo, ketika berusia empat sampai enam tahun ketika tinggal di Tulungagung. Mbok Sarinah memiliki peran penting selain didikan Ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Srimben.
Pengaruh Mbok Sarinah bagi Bung Karno, lanjut dia, sosok perempuan memberikan pengaruh sebagai pribadi sangat mencintai rakyat kecil. Didikan sejak kecil itu juga mengajarkan Bapak Proklamator itu beretika, mencintai Indonesia, santun, saling menghargai dan menghormati yang lebih tua.
"Tanpa Mbok Sarinah maka Bung Karno tidak berjuang untuk rakyat kecil," ujar pendamping calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul itu.
Bahkan, lanjut Puti, Bung Karno memberikan penghargaan dengan membukukan sosok Mbok Sarinah dalam tulisan bukunya yang diberi judul 'Sarinah'. Menurut Puti, dalam buku tersebut, Bung Karno mengajak seluruh wanita Indonesia untuk bersama-sama mengajak berjuang tidak duduk diam di rumah saja.
"Tetapi berjuang bersama untuk kemajuan tanah air Indonesia. Ini tugas perempuan wanita Indonesia semua," kata mantan anggota DPR RI dua priode itu.
Sudah tentu pesan Bung Karno, agar sekali-sekali tidak melupakan sejarah (Jas Merah) kini di aplikasikan oleh Putri tunggal pasangan Guntur Soekarno dan Heny Emilia Guntur itu. Ketika berkunjung di berbagai wilayah di Jawa Timur, Puti selalu meluangkan waktu untuk bersilaturahmi, mengunjungi tempat sejarah, berziarah kepada para leluhur dan pahlawan bangsa ini.