Purworejo Heboh Keraton Agung Sejagat, di Sukoharjo Ada Kasultanan Karaton Pajang

Kamis, 16 Januari 2020 20:59 Reporter : Arie Sunaryo
Purworejo Heboh Keraton Agung Sejagat, di Sukoharjo Ada Kasultanan Karaton Pajang Kasultanan Karaton Pajang. ©2020 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Masyarakat Jawa Tengah sedang dihebohkan dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Polda Jateng telah menangkap Raja dan Ratu kerajaan tersebut untuk dimintai keterangan.

Kasus adanya keraton baru sebenarnya juga terjadi di pusat kebudayaan dan trah kerajaan Mataram, khususnya Kota Solo. Sejak tahun 2010 lalu, seorang warga mengaku sebagai raja Kasultanan Karaton Pajang. Raja tersebut memang menempati lokasi yang bersebelahan dengan petilasan Keraton Pajang, di Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Nama Kasultanan Karaton Pajang diambil dari Kerajaan Pajang yang didirikan Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya yang diperkirakan telah runtuh lebih dari 400 tahun yang lalu. Lokasi keraton tak jauh dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat maupun bekas Keraton Kartasura.

Raja Kasultanan Karaton Pajang bergelar Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV. Pria tengah baya bernama asli Suradi tersebut mengaku mendapatkan mandat mendirikan Kerajaan Pajang dari Kanjeng Sultan Suryo Alam yang merupakan sultan di Kasultanan Dhimak, Kabupaten Demak.

"Tahun 2009 saya dilantik menjadi Adipati. Kemudian tahun 2010 saya daftarkan kerajaan ini sebagai Yayasan Kasultanan Karaton Pajang," ujar Suradi, saat ditemui wartawan, Kamis (16/1).

Lebih lanjut Suradi menceritakan, usai berhasil mengelola keraton dengan pesat, tahun 2015 gelarnya naik menjadi Sultan. Dan pada tahun lalu ia diberikan gelar Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV. Suradi mengaku tak khawatir dengan penangkapan raja dan ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo,

"Kerajaan yang kita dirikan ini hanya untuk merawat budaya. Kalau itu (Purworejo) nalarnya tidak dipakai. Tidak ada istilah keraton sejagat. Kan sudah ada kerajaan Arab, kerajaan Inggris, apa mungkin dia bisa menundukkan mereka?" tandasnya.

1 dari 1 halaman

Biaya Operasional Keraton Sendiri

Ia menambahkan, selama ini mengeluarkan biaya sendiri untuk operasional keraton. Suradi mengaku selama ini bekerja sebagai kontraktor bangunan. Keraton yang dipimpinnya juga tidak pernah menarik iuran.

"Tidak pernah ada iuran, justru saya yang mengeluarkan uang untuk menyelenggarakan event. Kalau misalnya ada, itu sumbangan seikhlasnya," kilahnya.

Terpisah, Kapolsek Kartasura, AKP Dani Permana Putra menyampaikan, hingga saat ini tidak ada laporan terkait keberadaan Keraton Kasultanan Pajang .

"Selama ini situasi masih landai, tidak ada laporan apapun," pungkas dia. [gil]

Baca juga:
Keraton Agung Sejagat Dipastikan Bukan Penerus Kerajaan Majapahit
Totok Bikin Keraton Agung Sejagat dengan Modal Wangsit dan Koleksi Kartu Nama
Gabung ke Keraton Agung Sejagat, Warga Diminta Setor Uang Sampai Rp 30 Juta
Ini Gambaran Kompleks Keraton Agung Sejagat di Purworejo
Polda Jateng Kerahkan Intelijen Selidiki Keberadaan Keraton Agung Sejagat
Jadi Tempat Wisata Dadakan, Keraton Agung Sejagat Dikunjungi Ratusan Orang
Geger Keraton Agung Sejagat dan Klaim Penerus Kerajaan Majapahit

Topik berita Terkait:
  1. Kerajaan Nusantara
  2. Sukoharjo
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini