Pungli di Peti Kemas Palaran, polisi sita deposito senilai Rp 396 M

Selasa, 4 April 2017 16:19 Reporter : Sania Mashabi
Pungli di Peti Kemas Palaran, polisi sita deposito senilai Rp 396 M Bareskrim bongkar praktik pungli di Pelabuhan Samarinda. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Penyelidikan kasus Pungutan liar (pungli) oleh koperasi bongkar muat samudera sejahtera (komura) yang terjadi di kota Samarinda, Kalimantan Timur hingga kini masih bergulir. Pihak kepolisan kembali menemukan bukti baru berupa tabungan deposito sebesar Rp 396 miliar.

"Deposito komura 396 miliar itu milik koperasi bongkar muat atau komura," kata Direktur tindak pidana ekonomi dan khusus polri (Ditipideksus), Brigjen Pol Agung Setya, saat di hubungi, Selasa (4/4).

Menurut Agung, saat ini polisi masih mendalami asal uang di tabungan deposito tersebut. "Kami mendalami apakah itu hasil kejahatan atau tidak. Karena ada usaha lain komura ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Timur membongkar kasus dugaan pungli di kawasan TPK Palaran. Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti uang sejumlah Rp 6,1 milliar dari Komura. Kemudian pihak kepolisan kembali menyita beberapa aset seperti 9 unit mobil mewah, 7 motor, 5 unit rumah mewah, 2 bidang lahan, dan baru-baru ini tabungan deposito bernilai miliaran.

Terkait aset-aset mewah tersebut Agus menambahkan akan mendalami juga tetang dari mana aset tersebut berasal.

"Kami temukan tapi dipastikan dulu, hasil kejahatan. Terkait rumah mewah sedang kami lihat. Kami cari datanya seperti apa kami akan ada pendalaman," ujarnya.

Selain itu tim Bareskrim juga menemukan praktek dugaan pungli pada petugas pungut parkir di pos masuk TPK Palaran. Seperti yang diketahui, ternyata pemungut tersebut berasal dari ormas PDIB. Mereka melakukan pungli tersebut dengan mengacu pada SK Wali Kota tahun 2016.

Hingga saat ini kata Agus sudah ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Tiga, nanti akan dikabari," ujarnya.

Untuk mencegah kasus pungli ini muncul kembali, pihak kepolisian masih ingin melakukan kajian lebih lanjut terkait sistem yang mereka jalani selama ini.

"Kita kaji lagi untuk memberikan rekomendasi stakeholder lain agar tidak terlibat dengan kasus sama," pungkasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini