Puan sebut keberhasilan Asian Games 2018 salah satu bukti Revolusi Mental
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyebut salah satu bukti konkret keberhasilan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) adalah suksesnya pelaksanaan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.
Menurut Puan, di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) banyak hal yang dilakukan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, yang diperlihatkan masyarakat, antara lain kesehatan, pendidikan, pelatihan-pelatihan, dan tentu saja pemberdayaan masyarakat, olah raga.
"Alhamdulillah baru saja, kita baru saja sukses melakukan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018," ujar Puan di Manado, Sulawesi Utara (26/10).
Puan menuturkan, secara prestasi tanpa disangka target Indonesia ternyata melesat ke tingkat yang lebih atas. Target Indonesia di Asian Games 2018 yang tadinya diminta menjadi peringkat ke-8 akhirnya, melesat menjadi peringkat ke-4. Kemudian, begitu juga Asian Para Games 2018 yang diminta adalah targetnya peringkat ke-7 atau ke-8 melesat lagi jadi kelima di Asian Para Games.
"Itu salah satu bentuk nyata itu dari pelaksanaan Revolusi Mental," tegas Puan
Puan menambahkan, ketika Asian Games 2018, bangsa Indonesia sudah mulai melihat bagaimana gerakan antre itu dilakukan, bagaimana budaya antre, bagaimana budaya membuang sampah, bagaimana kemudian rasa nasionalisme dilakukan di saat mendukung atlet-atlet Indonesia di Asian Games maupun Asian Para Games.
"Itu merupakan Revolusi Mental," imbuh Puan.
Namun kata Puan, keberhasilan Revolusi Mental itu tak hanya sampai situ saja, pemerintah sebagai pelopor dalam gerakan Revolusi Mental, mewujudkan praktik transformasi, budaya berkemajuan, melalui pelayanan publik yang baik, pelayanan yang tepat waktu dan pelayanan yang tepat informasi, dengan yang jelas biaya, pelayanan yang jelas prosedurnya, pelayanan yang tanpa pungli, dan pelayanan yang memudahkan dan nyaman.
"Kita harus berusaha untuk bisa melakukannya dan harus dilakukan, karena ya itu salah satu cara Indonesia nantinya bisa berkompetisi dengan negara lain dengan perubahan-perubahan yang ada di pelayanan publik," jelas dia.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya