Prostitusi di apartemen Center Point Bekasi diduga pindahan dari Kalibata City

Kamis, 11 Oktober 2018 17:39 Reporter : Adi Nugroho
Ilustrasi Prostitusi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Humas Apartemen Grand Center Point, Bekasi, Aji Ali Sabana mengatakan, fenomena prostitusi di apartemennya karena adanya eksodus PSK online dari Apartemen Kalibata City, Jakarta. Di Kalibata City, polisi telah membongkar praktik haram itu pada Agustus lalu.

"Maraknya 'ayam liar' beredar, ini imbas dari kasus Kalibata. Sebelumnya memang ada, tapi tidak sebanyak ini," katanya ketika dikonfirmasi pada Kamis (11/10).

Pada Sabtu malam lalu, aparat Polres Metro Bekasi Kota menggerebek sejumlah kamar di tower C dan D. Polisi menemukan 21 pekerja seks komersial, dan tiga orang mucikari yang belakangan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus itu, polisi menyita belasan kondom, uang tunai Rp 4,5 juta dan tiga telepon selular. Para mucikari itu adalah Mustakim, Jenio dan Saputra dijerat dengan pasal 296 dan/atau 506 KUHP dengan ancaman penjara selama empat tahun.

Menurut Aji, operasi yang dilakukan oleh aparat gabungan merupakan permintaan dari perhimpunan pemilik dan penghuni rumah susun (PPPRS) Grand Center Point yang resah dengan adanya praktik prostitusi.

"Kami mengirim surat kepada pihak berwajib, Satpol PP, kepolisian, dan lainnya, agar dilakukan razia," ujar Aji yang menetap di apartemen itu sejak 2014 silam.

Dia mengatakan, pelaku prostitusi di apartemen tersebut memanfaatkan apartemen sewa harian. Karena itu, perhimpunan pemilik dan penghuni akan meningkatkan pengawasan terhadap tamu yang menyewa harian. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini