Profil Kapolres Jaksel Ade Rahmat yang Disebut Terima Suap Rp400 Juta dari Anak Bos Prodia

Kapolres Jaksel mengakui ditawari uang ratusan juta oleh anak bos Prodia agar kasus pembunuhan yang membelitnya dihentikan. Namun, dia menegaskan menolak.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Profil Kapolres Jaksel Ade Rahmat yang Disebut Terima Suap Rp400 Juta dari Anak Bos Prodia
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal (Antara)

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal terseret kasus dugaan suap dari anak bos Prodia Arif Nugroho dan rekannya Muhammad Bayu Hartanto. Anak bos Prodia itu diduga terjerat kasus pembunuhan dan pemerkosaan seorang remaja putri inisial AF (16). 

Namun, Ade Rahmat membantah tuduhan menerima suap. Dia mengakui ditawari uang ratusan juta oleh anak bos Prodia agar kasus pembunuhan yang membelitnya dihentikan. Namun, Ade Rahmat menegaskan menolak.

"Dia menawarkan untuk di-SP3, ada duit nih, masih ada duit Rp400 (juta), Rp500 (juta), tapi saya tolak," kata Ade saat dikonfirmasi, Sabtu (1/2).

Kasus tersebut pun pada akhirnya dinyatakan lengkap oleh Jaksa setelah asistensi Ade Rahmat. Langkah itu pula yang membuat kubu anak Bos Prodia menuding Kapolres Metro Jakarta Selatan menerima suap.

Profil Ade Rahmat Idnal

Kombes Ade Rahmat menjadi Kapolres Jakarta Selatan menggantikan Kombes Ade Ary Syam Indradi sejak Desember 2023. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1997. 

Jauh sebelum mengemban jabatan sebagai Kapolres Jaksel, Ade pernah menduduki jabatan sebagai Kapolres Batanghari dengan pangkat masih AKBP.

Beberapa jabatan strategis lainnya juga pernah didudukinya seperti Kabagbinlatops Roops Polda Metro Jaya. Pada 2023, dia pernah mendapat jabatan di Mabes Polri sebagai Anjak Madya Bidang Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri.

Di tahun yang sama, Ade kembali menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri hingga membuat jejak karirnya kian cemerlang. Dia akhirnya berhasil menduduki kursi Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Kompolnas Desak Ade Rahmat Diperiksa

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Propam Polda Metro Jaya untuk memeriksa Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal dan siapapun yang terkait dengan dugaan pemerasan oleh Mantan Kasatreskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Bintoro.

"Sebenarnya siapapun ya, dalam proses kasus ini, siapapun yang masuk dalam cerita ataupun konstruksi peristiwanya, ya harus diperiksa," kata Komisioner Kompolnas, Mochammad Choirul Anam di Jakarta, Jumat.

Anam mengatakan itu terkait adanya dugaan pemerasan terhadap tersangka kasus pembunuhan yang juga anak bos jaringan klinik laboratorium Prodia, Arif Nugroho (AN) alias Bastian dan Muhammad Bayu Hartanto.

Dia meyakini bahwa siapapun yang terlibat dalam kasus baik sebagai saksi atau terduga pelanggar harus diperiksa, termasuk Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal.

Lebih lanjut, dia menduga Kapolres Jaksel turut mendorong percepatan proses kasus tersebut karena khawatir dengan lambatnya penanganan kasus pidana.

"Kami mendapatkan informasi memang Kapolres ini salah satu yang mendorong untuk proses percepatan karena dia merasa kasus pidana kok lambat. Karena prinsip pidana itu harus cepat," jelasnya.

Namun, dia menegaskan bahwa Kompolnas masih perlu melakukan klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan peran Kapolres tersebut dalam kasus ini.

Maka itu, Kompolnas berjanji akan terus memantau perkembangan proses pemeriksaan hingga sidang etik.

"Ya kami monitoring untuk kasus tersebut ya, monitoring bagaimana proses pemeriksaan, yang di sana ada patsus, terus ada juga pengamanan barang bukti, kami monitoring proses itu," tegasnya.

Kapolres Jaksel Disebut Terima Suap

Ketua Divisi Hukum Watch Relation of Corruption (WRC), Romi Sihombing menyebutkan, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal menerima suap dari anak bos Prodia.

Selain Ade Rahmat, sejumlah polisi di Polres Jaksel menerima uang tersebut. Mereka di antaranya eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro.

Rekomendasi