Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan pemerintahan daerah. Kali ini, Gubernur Riau Abdul Wahid yang di amankan pada Senin (3/11) malam.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan total 10 orang termasuk Gubernur Riau yang terjaring OTT. Mereka akan diterbangkan ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan dalam dua kloter.
"Hari ini kepada pihak-pihak yang diamankan tersebut akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Ada sejumlah 9 orang dari 10 orang yang ditangkap, kemudian akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK," ujar Budi kepada awak media, Selasa (4/11).
"Ada dua kloter nanti kita tunggu bersama kedatangannya," jelas Budi.
Penangkapan terjadi hanya delapan bulan setelah Abdul Whid dilantik sebgaai Gubernur Riau. Diketahui, Abdul Wahid dilantik Prabowo Subianto di Istana pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Gubernur SF Harianto setelah memenangkan Pilgub Riau 2024.
Operasi dilakukan setelah KPK menerima laporan terkait dugaan praktik suap yang melibatkan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Riau.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang telah ditangkap tersebut.
Advertisement
Profil Gubernur Riau
Abdul Wahid kelahiran Kabupaten Indragiri Hilir, 21 November 1980 ini resmi menjabat sebagai Gubernur Riau periode 2025-2026. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Riau ia merupakan anggota DPR RI mewakili dapil Riau ll periode 2019-2024 dan pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dua periode dari 2009 sampai 2019.
Dihimpun dari berbagai sumber, Abdul Wahid tumbuh dalam keluarga sederhana, masa kecilnya di warnai oleh perjuangan ekonomi yang berat terutama setelah wafat ayah ketika ia berusia 10 tahun.
Wahid menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negri Sei Simbar pada tahun 1994. Melanjutkan ke MTs Sei Simbar dan lulus pada 1997.
Melanjukan pendidikannya masuk pesantren Ashhabul Yamin, Agam hingga lulus pada tahun 2000. Abdul Wahid melanjutkan kuliah S-1 di IAIN SUSKA Riau jurusan pendidikan Agama Islam.
Advertisement
Karier Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Abdul Wahid menjabat sebagai direktur salah satu perusahaan dari tahun 2002.
Pada tahun 2002, ia pun memilih bergabung dengan PKB. Usai bergabung dengan PKB, Abdul Wahid memperdalam pengalaman berorganisasinya dengan menjadi Wakil Sekretaris PC HMI tahun 2002–2003, lalu menjadi Wakil Sekretaris DPW PKB Riau pada tahun 2002–2004 dan tahun 2004–2009.
Reporter Magang : Mochamad Aidil Akbar