Pro-kontra rencana pemakaman bomber gereja Surabaya di kampung halaman

Rabu, 16 Mei 2018 22:33 Reporter : Fahmi Aziz
Dita dan keluarga. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Sempat beredar kabar jenazah pelaku pemboman gereja di Surabaya, Dita Oepriarto (DT) sekeluarga bakal dimakamkan di TPU Makam Gede, Surabaya. Lokasinya dekat dengan kediaman orang tuanya di Tembok Dukuh Surabaya. Namun rencana ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga sekitar.

Salah seorang warga, Arnoldus (49) menuturkan, kemarin malam baik Ketua RW, Ketua RT serta pengurus kampung mendampingi perwakilan keluarga besar Dita, sudah mendatangi Polda Jatim dan Rumah Sakit Bhayangkara.

"Hasilnya, ternyata masih dites DNA-nya, jadi belum diambil jenazahnya," ujar dia.

Disinggung soal rencana pemakaman Dita sekeluarga di kampungnya, Arnold mengaku tidak ada masalah. Arnold menanggapi dengan bijaksana.

"Iya melakukan kejahatan, tapi mereka sudah mati, dan bukan urusan kita lagi yang masih hidup. Jadi kemanusiaan sajalah, saya tidak masalah bila dikuburkan di sini," ungkap dia.

Apalagi selama ini Dita sekeluarga dikenal ramah oleh masyarakat sekitar. Sebelum pindah ke Rungkut, keluarga Dita tinggal tepat di depan rumah orang tuanya. Bahkan, DT sempat menjabat Ketua RT dua periode, 2002-2008.

Arnold menceritakan, pernah suatu ketika saat kerja bakti, Dita yang kala itu masih menjadi Ketua RT, membagikan jamu yang dijual istrinya. Jamu itu dibagikan secara cuma-cuma kepada para warga.

"Dibagikan itu jamu herbal punya istrinya ke warga," tutur Arnold.

Berbeda dengan warga lainnya yakni Arif. Secara pribadi, dia tidak setuju bila jenazah Dita dan keluarga dikubur di kampungnya. Alasannya, Dita melakukan kesalahan besar.

"Apalagi sampai memakan banyak korban. Ini sebagai efek jera kepada calon teroris lainnya. Saya tetap tidak setuju jika jadi dimakamkan di sini," tegas Arif.

Sebelumnya, jenazah istri Dita yakni Puji Kuswati, pelaku bom bunuh diri yang melibatkan dua anaknya di Gereja Surabaya juga tidak diinginkan pihak keluarga. Puji merupakan anak ketiga dari pasangan keluarga Kusni dan Minarti Infiah yang tinggal di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.

Rusiyono, perwakilan keluarga Puji mengatakan, hingga saat ini kondisi orangtua pelaku masih shock mengetahui kabar anaknya merupakan pelaku terorisme, apalagi melibatkan keempat anaknya.

Saat ditanya apakah keluarga mau menerima jenazah Puji Kuswati dipulangkan ke kampung halaman tempat dia dilahirkan, Rusiyono mengatakan, pihak keluarga menginginkan Puji bisa dimakamkan di Surabaya saja, sesuai domisili tempat tinggalnya.

"Mohon maaf, kami tidak menolak. Atas nama keluarga saya mewakili, kami menginginkan agar Puji dimakamkan sesuai domisili tempat tinggalnya," ujar Rusiyono saat dihubungi via telfon, Senin (14/5). [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini