'Pro ISIS di Indonesia yang belum ke Suriah lebih berbahaya'

Rabu, 23 Mei 2018 01:31 Reporter : Merdeka
'Pro ISIS di Indonesia yang belum ke Suriah lebih berbahaya' Diskusi terorisme. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones mengatakan bahwa ada tiga asumsi baik yang dipercaya oleh pemerintah maupun masyarakat yang perlu dikoreksi. Seperti pendapat bahwa masyarakat pro ISIS yang bergabung ke Suriah dan kembali ke Indonesia, menjadi yang paling berbahaya dalam upaya terorisme.

"Yang lebih berbahaya adalah orang lokal yang tidak pernah injak kaki di Suriah tapi punya harapan, ilusi bahwa Daulah Islamiah terpenting. Kalau ada yang sudah gabung ISIS (di Suriah), melihat kemunafikan, korupsi diskriminasi, kesengsaraan. Namun yang tidak pernah berangkat dari Indonesia, merekalah yang punya semangat paling kuat," tutur Sidney di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Kemudian yang kedua adalah asumsi bahwa kekuatan ISIS akan menurun lantaran kekalahan yang dialami militannya di Suriah dan Irak. "Tapi saya kira mungkin Timur Tengah saat ini dianggap tidak relevan lagi. Mereka berpikir, mereka bisa berlanjut tanpa di Timur Tengah," jelas dia.

Hal ketiga adalah pemahaman bahwa target dari kelompok terorisme adalah orang asing yang ada di Indonesia. Sebab nyatanya, mereka beralih untuk melakukan penyerangan terhadap aparat kepolisian dan jemaat gereja.

"Dua target itu, satu gampang dan masih bisa menjadi semacam proxy untuk orang barat juga (jadi korban). Apalagi gereja," kata Sidney.

Sementara itu, Sidney menilai Aksi 212 yang pernah ramai tidak ada hubungannya dengan terorisme di Indonesia. Dua fenomena tersebut dinilai sangat berbeda dalam segi ideologi dan bahkan pemimpinnya pun punya sikap yang bertentangan.

"Tetapi ada dampaknya dari eksklusifisme, di mana minoritas misalnya orang kristen, dilihat sebagai warga kelas dua di Indonesia. Karena itu, mungkin target seperti gereja semakin masuk akal. (Bahkan) kalau situasi politik membuat pemikiran masuk seperti itu," Sidney menjelaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini