Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Praktik Korupsi SDN Gentong Pasuruan Terjadi saat Proses Rehab Bangunan

Praktik Korupsi SDN Gentong Pasuruan Terjadi saat Proses Rehab Bangunan Kombes Pol Frans Barung Mangera. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Dugaan praktik korupsi di lingkungan SDN Gentong Kota Pasuruan terjadi saat proses rehabilitasi bangunan. Untuk diketahui, atap sekolah ambruk saat proses belajar mengajar hingga menewaskan guru dan murid.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Lukman Santoso (38), Direktur CV Andalus dan Sudendy Sasmita Mulya (40), Direktur CV DHL Putra.

Diketahui, keduanya yang mengerjakan proyek rehabilitasi SD Gentong pada 2012 silam.

"Kontraktor kita sudah lakukan penangkapan dua orang. Hari ini sudah dilakukan penahanan. Kami kenakan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian Kerja," kata Barung kepada Liputan6.com, Sabtu (9/11).

Barung menuturkan, penanganan kasus ini tak hanya berhenti di kelalaian kerja. Karena itu, tak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah.

Pihaknya bakal kembali memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut. Pun demikian Kuasa Pengguna Anggara (KPA) pada saat proyek digulirkan.

"Ini masih berkembang. Sementara Tindak Pidana Korupsinya masih ditangani oleh Polda Jawa Timur," ucap dia.

Sebelumnya, Aktivitas belajar-mengajar terlihat seperti biasa di siswa SDN Gentong Kota Pasuruan, Jalan Kyai Sepuh 49 Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, Selasa (5/11) pagi.

Saat itu siswa kelas 2 sedang berada di dalam ruangan mendengarkan guru menyampaikan materi pelajaran. Sementara siswa kelas 5 mengikuti olahraga di lapangan.

"Namun ada siswa yang sakit tidak ikut olahraga dan seorang guru di kelas VA," kata Kabag Humas Polresta Pasuruan AKP Edy Purwanto, dalam keterangan Kamis (7/11/2019).

Tiba-tiba terdengar suara reruntuhan sekira pukul 08.15 WIB. Bunyi itu berasa dari kelas II A, II B, V B, dan V A. Atap keempat ruang ambrol.

Atap menimpa Guru Pengajar, Sevina Arsy Putri Wijaya dan Siswa kelas II B, Irza Almira hingga menyebabkan keduanya tewas. Selain itu, 11 orang terluka akibat insiden tersebut.

"Dua korban meninggal dunia," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP