Prabowo: TNI Selalu Dituduh Diktator, Padahal Tokoh Reformasi dari TNI

Prabowo mengaku heran dengan adanya tuduhan bahwa TNI sebagai diktator.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Prabowo: TNI Selalu Dituduh Diktator, Padahal Tokoh Reformasi dari TNI
Prabowo hadiri halalbihalal Purnawirawan TNI (akun sekretariat presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan adanya tuduhan bahwa TNI sebagai diktator. Bahkan, tuduhan itu terus bergulir hingga saat ini.

“TNI selalu dituduh bahwa kita mau jadi diktator, selalu dituduh,” kata Prabowo dalam acara Halalbihalal Bersama Purnawirawan TNI dan Polri, Selasa (6/5).

Prabowo meminta tokoh yang melontarkan tuduhan itu untuk membuka kembali sejarah. Dia menegaskan, orang yang melakukan reformasi justru berasal dari TNI.

Padahal saya ingatkan ke banyak tokoh-tokoh, coba buka sejarah dunia, tunjukkan contoh di mana ada sebuah tentara yang mundur dari politik, dari kekuasaan. Kita mundur dengan rela," ujarnya.

"Reformasi itu, saudara-saudara yang sukseskan reformasi itu adalah tokoh-tokoh TNI-Polri, ABRI. Kita harus mengatakan apa yang benar," jelasnya.

Tidak Mau Berkuasa dengan Senjata

Prabowo kemudian menegaskan, TNI tidak memimpin dengan senjata. Menurutnya, TNI berkuasa karena mandat rakyat. 

“Kita tunduk, berkuasa dengan meminta mandat dari rakyat. Kita tidak mau, TNI tidak mau berkuasa dengan senjata,” ucapnya.

Prabowo kemudian menyinggung Presiden ke-2 RI Soeharto. Dia menyebut, Soeharto memimpin Indonesia karena terjadi krisis. 

“Pak Harto tidak mau berkuasa dengan senjata, beliau tampil karena ada vakum, karena ada krisis,” ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus ini meminta tak ada yang mengutak atik sejarah Indonesia. Dia meminta semua pihak hanya berbicara soal kebenaran. 

“Katakanlah yang benar itu benar dan yang Salah itu salah,” ujarnya.

Rekomendasi