Prabowo soal Pakai Orang Lama di Kabinet: Saya Hanya Pakai Orang yang Mampu Bekerja untuk Rakyat

Prabowo menyatakan tolak ukur seseorang masuk kabinet lantaran dinilai mampu mengemban tugas.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Prabowo soal Pakai Orang Lama di Kabinet: Saya Hanya Pakai Orang yang Mampu Bekerja untuk Rakyat
Prabowo soal Pakai Orang Lama di Kabinet: Saya Hanya Pakai Orang yang Mampu Bekerja untuk Rakyat (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto menjawab tudingan hanya memakai orang-orang lama dalam pemerintahannya. Dia lantas menyatakan tolak ukur seseorang masuk kabinet lantaran dinilai mampu mengemban tugas.

"Jadi saya berpegang kepada filosofi the right man on the right place, the right man and the right women on the right place. Jangan the right man aja, jadi kalau ada yang baik, ada yang handal, seperti pilot pesawat kita enggak perlu tanya pilotnya itu agamanya apa, asalnya dari mana, orang tuanya siapa, dia bisa bawa penerbangan dengan baik," kata Prabowo dalam acara sarasehan ekonomi di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4).

"Keselamatan ratusan orang di tangan dia, ya untuk apa diganti? Jadi kalau saya dituduh makai orang-orang lama, enggak ada. Saya hanya pakai orang-orang yang mampu. Mampu untuk bekerja untuk rakyat. Bekerja untuk bangsa dan negara. Kalau dia mampu dan mau, kita harus manfaatkan," imbuh Prabowo.

Prabowo Ungkap Proses Seleksi Kabinet

Prabowo mengatakan berada dalam posisi bekerja di pemerintah untuk rakyat adalah sebuah pengorbanan. Dalam rangka mewujudkan jajaran kabinet yang tepat sasaran sesuai penugasan, dia pun menerapkan evidence based performance.

“Jadi saya enggan bicara tanpa bukti nyata. Itu sifat saya. Jadi saya harus selalu dinilai oleh hasil yang saya lakukan, prestasi yang saya lakukan, demikian yang saya minta dari rekan-rekan saya yang dekat saya hanya lihat mereka dari pengabdian mereka, dari prestasi mereka, dari energi mereka, dari niat mereka,” ujar Prabowo.

Selama melakukan seleksi para menteri, Prabowo menegaskan tidak pernah bertanya kepada kandidat terkait asal partai, latar belakang orang tua, agama, hingga suku.

“Evindence based, nah saya kira saya percaya, saya berpendapat sebenernya rakyat pun akan menilai dengan hasil. Ya saya memang sering diejek karena saya membuka kesempatan untuk diejek ya kan. Kan saya suka bilang enggak suka orang yang suka omon-omon. Akhirnya omon-omon jadi apa itu, jadi populer di seluruh Indonesia, ya kan?,” kata dia.

“Nah saya enggak suka hanya omon-omon, terus terang saja. Jadi saya pikir begitu saya ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU, saya kumpulkan tim kecil dan kita mulai bekerja,” kata Prabowo.

Rekomendasi