Prabowo: Negara yang Tidak Bisa Memiliki Sistem Hukum yang Berkeadilan, Itu Negara Gagal

Prabowo memperingatkan negara yang tidak mampu menjamin keadilan akan menjadi tidak stabil, bahkan bisa memicu konflik berkepanjangan.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Prabowo: Negara yang Tidak Bisa Memiliki Sistem Hukum yang Berkeadilan, Itu Negara Gagal
Prabowo: Negara yang Tidak Bisa Memiliki Sistem Hukum yang Berkeadilan, Itu Negara Gagal (Merdeka.com)

Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan, keberhasilan sebuah negara bergantung pada sistem hukumnya. Negara yang gagal menjamin keadilan melalui sistem hukum, menurutnya, adalah negara yang menuju kehancuran.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan hakim di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (12/6).

"Unsur yang sangat penting adalah terdapatnya suatu sistem hukum yang menjamin keadilan bagi seluruh rakyatnya. Ini syarat negara berhasil. Negara yang tidak bisa memiliki sistem hukum yang menjamin keadilan itu negara biasanya gagal," tegas Prabowo.

Negara Tanpa Keadilan Bisa Picu Perang Saudara

Lebih lanjut, Prabowo memperingatkan negara yang tidak mampu menjamin keadilan akan menjadi tidak stabil, bahkan bisa memicu konflik berkepanjangan.

"Negara yang tidak memiliki sistem hukum yang mampu memberi keadilan biasanya tidak stabil, biasanya akan terjadi huru-hara bahkan perang saudara. Ini pelajaran," ujarnya.

Dalam sambutannya, Prabowo juga menekankan pentingnya kekuasaan yudikatif dalam sistem ketatanegaraan. Ia menyebut tanpa lembaga yudikatif yang kuat, tugas eksekutif tidak akan berjalan maksimal.

"Jadi demikian pentingnya yudikatif. Makanya negara modern dan ratusan tahun dikatakan terdiri dari tiga unsur trias politika: eksekutif, legislatif, yudikatif. Tidak bisa eksekutif hebat, legislatif tidak bagus, yudikatif tidak bagus. It cannot be done. Tidak bisa, ini sejarah ribuan tahun," ujar Prabowo.

Sebagai pemimpin eksekutif terpilih, Prabowo menyatakan dirinya sangat sadar akan pentingnya dukungan dari lembaga yudikatif yang berintegritas agar pemerintahannya bisa berjalan efektif.

"Saya sekarang mandataris, saya dipilih rakyat, saya sekarang memimpin eksekutif, saya sekarang bertanggung jawab. Saya sadar kalau saya tidak didukung oleh yudikatif yang hebat, yang kuat, yang berintegritas, sangat sulit untuk saya melaksanakan tugas saya untuk rakyat," tegasnya.

Rekomendasi