Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PPATK Ungkap saat Masa Tenang Pemilu Banyak Aliran Uang Tidak Wajar

PPATK Ungkap saat Masa Tenang Pemilu Banyak Aliran Uang Tidak Wajar

PPATK Ungkap saat Masa Tenang Pemilu Banyak Aliran Uang Tidak Wajar

Keanehan sumber dana yang dipakai para kontestan pemilu saat masa kampanye, cenderung minim transaksi.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap sebuah pola anomali yang terjadi selama masa pemilu. Yaitu dengan tingginya transaksi keuangan saat memasuki masa tenang atau selepas masa kampanye.

PPATK Ungkap saat Masa Tenang Pemilu Banyak Aliran Uang Tidak Wajar
PPATK Ungkap saat Masa Tenang Pemilu Banyak Aliran Uang Tidak Wajar

Ketua PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan anomali atau ketidakwajaran itu terpantau berdasarkan transaksi Rekening Khusus Dana Kampanye (RKDK).

Cenderung flat saat awal, mulai masuk ketika masa kampanye, lalu baru banyak transaksi saat masa tetang.

Cenderung flat saat awal, mulai masuk ketika masa kampanye, lalu baru banyak transaksi saat masa tetang.

"Pertanyaan kalau minggu tenang banyak transaksi, lalu uangnya untuk apa? Kalau transaksi di masa kampanye oke buat sewa gedung, beli makan, beli kaos bayar macam-macam itu di masa kampanye," kata Ivan dalam diskusi lewat kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Jakarta, Selasa (8/8).

merdeka.com

"Tetapi kenapa RKDK ini banyak bergerak di minggu tenang. Kenapa banyak dia bergerak di minggu tenang," tambah Ivan.

Atas temuan itu, Ivan mengatakan keanehan sumber dana yang dipakai para kontestan pemilu saat masa kampanye, cenderung minim transaksi. Namun saldo dalam RKDK akan habis sesaat memasuki minggu tenang. "Saldo RKDK bisa habis saat minggu tenang, saat kampanye tidak dipakai. Pada saat minggu tenang flat, habis terus dipakai apa buat minggu tenang turun terus," kata dia.

Setelah dilakukan penelusuran berdasarkan sampel dadi 320 RKDK melibatkan 1.022 calon yang menjadi sampel. Ditemukan tingginya transaksi penukaran uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu ketika masa tenang. "Nah teman-teman ini yang saya bilang voucher, di minggu tenang ada penukaran Rp113 M uang Rp50 ribu-an dan uang Rp100 ribu-an hanya dari satu calon (RKDK)," ungkapnya.

PPATK Ungkap saat Masa Tenang Pemilu Banyak Aliran Uang Tidak Wajar

Dari sana, kata Ivan, PPATK menemukan adanya sumber dana dari luar RKDK yang mengalir selama masa kampanye. Sehingga, biaya kampanye yang besar kerap kali memakai dana dari luar RKDK.

"Ketemulah uang dari sumber-sumber lain, ada pelaku dari ilegal loging nyumbang sesuatu, ada pelaku narkotika, ada pelaku korupsi. Yang transaksi nyambung dengan transaksi si calon atau nomine si calon," kata dia. "Makanya dalam beberapa kasus yang ditangani PPATK. Banyak operasi-operasi misalkan di sini di Madiun, di Jombang, Bangkalan dan beberapa wilayah itu. Transaksi itu terkait periode saat mereka masih mencalonkan diri," tambah dia.

Atas hal ini, Ivan menyarankan agar kedepannya setiap calon harus membiayai kampanye bersumber dari dana yang berasal dari RKDK. Sehingga tidak ada pihak ketiga atau sumber eksternal yang tidak diketahui turut membiayai biaya kampanye setiap calon. "Calon wajib memiliki RKDK, tapi tidak ada kewajiban pembiayaan kontestasi politik dibiayai dari si RKDK ini. Saya kalau mencalonkan wajib punya RKDK tapi untuk membiayai kampanye saya tidak wajib gitu. Jadi orang mau nyumbang pakai apa-apa silahkan saja, fatalnya disitu," beber dia.

Kasus TPPU Al Zaytun, Seluruh Transaksi Keuangan Atas Perintah Panji Gumilang
Kasus TPPU Al Zaytun, Seluruh Transaksi Keuangan Atas Perintah Panji Gumilang

Menurut Whisnu, keterangan tersebut pun sesuai dengan temuan PPATK.

Baca Selengkapnya
PPATK Blokir Ratusan Rekening Panji Gumilang: Transaksinya Masif dan Besar Sekali
PPATK Blokir Ratusan Rekening Panji Gumilang: Transaksinya Masif dan Besar Sekali

PPATK menegaskan, saat ini pihaknya masih memeriksa ratusan rekening Panji Gumilang.

Baca Selengkapnya
Mangkir Alasan Pemulihan, Panji Gumilang Bukan Takut Jadi Tersangka
Mangkir Alasan Pemulihan, Panji Gumilang Bukan Takut Jadi Tersangka

Kuasa hukum memilih untuk melihat proses penetapan yang akan diambil penyidik setelah kasus dinaikkan ke tahap penyidikan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Terkubur dalam Kolam Air Panas Selama 2.300 Tahun, 24 Patung Perunggu Ditemukan Masih Utuh
Terkubur dalam Kolam Air Panas Selama 2.300 Tahun, 24 Patung Perunggu Ditemukan Masih Utuh

Penemuan ini memberikan wawasan tentang transisi dari pemerintahan Etruskan ke Romawi.

Baca Selengkapnya
Ini Alasan Panji Gumilang Tidak Ditahan Meski Jadi Tersangka Penistaan Agama
Ini Alasan Panji Gumilang Tidak Ditahan Meski Jadi Tersangka Penistaan Agama

Panji Gumilang meminta pemeriksaan dihentikan dan dilanjutkan pada hari ini.

Baca Selengkapnya
PPATK Sudah Serahkan Dokumen Transaksi Mencurigakan Terkait Kasus Wamenkumham Eddy Hiariej ke KPK
PPATK Sudah Serahkan Dokumen Transaksi Mencurigakan Terkait Kasus Wamenkumham Eddy Hiariej ke KPK

KPK dan PPATK saling berkoordinasi karena ada dugaan transaksi yang tidak wajar.

Baca Selengkapnya
Terungkap Alasan Oklin Fia Bikin Konten Jilat Es Krim
Terungkap Alasan Oklin Fia Bikin Konten Jilat Es Krim

Namun polisi masih terus melakukan pendalaman terkait kasus yang menjerat Oklin Fia.

Baca Selengkapnya
TNI Sebut Penetapan Tersangka Kabasarnas Bukan Ranah KPK, Begini Aturannya
TNI Sebut Penetapan Tersangka Kabasarnas Bukan Ranah KPK, Begini Aturannya

Alasan itu disampaikan Agung, mengingat Henri yang merupakan Anggota TNI Aktif.

Baca Selengkapnya
Pejabat Bakti Kominfo Ngaku Terima Rp300 Juta dari Tersangka Buat Beli Kendaraan
Pejabat Bakti Kominfo Ngaku Terima Rp300 Juta dari Tersangka Buat Beli Kendaraan

Mirza menjelaskan soal ihwal uang Rp300 juta yang diterimanya dari Windi.

Baca Selengkapnya