Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri diminta tegas soal penyebar hoaks dan kampanye SARA

Polri diminta tegas soal penyebar hoaks dan kampanye SARA Ilustrasi Hoax. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Relawan Jokowi Militan (Joman) Immanuel Ebenzer meminta aparat penegak hukum tak segan memproses hukum pada pelaku penyebar hoaks dan kampanye SARA saat Pilpres 2019. Dia minta polisi tak pandang bulu mau itu pendukung Joko Widodo atau Prabowo Subianto.

"Harus ada aturan hukum penegakan hukum itu berlaku di dua pihak ini. Mau itu timnya Jokowi, mau itu Prabowo. Itu pendukung Prabowo, mau itu pendukung Jokowi. Ketika mereka menyebar hoaks hukum harus ditegakkan," katanya di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (1/3).

Dia menyebut penyebaran hoaks dan isu SARA merupakan bentuk kampanye yang primitif. Hal tersebut sama saja dengan perilaku kekerasan dan teror. Oleh karena itu, Immanuel mengimbau para relawan Jokowi dimana pun tak menggunakan cara-cara tersebut.

"Jaga, bawa demokrasi enggak primitif lagi. Primitif hanya orang yang (pakai) kekerasan, itu primitif, demokrasi yang beradab jauhi perilaku primitif. Misal kekerasan intimidasi teror," ucapnya.

Immanuel mengajak, kepada semuanya agar Pilpres menjadi ajang tarung program dan ide. Dia yakin apabila proses hukum ditegakkan, bisa membuat para pelaku jera.

"Saya yakin untuk menuju masyarakat yang beradab penegakan hukum harus ditegakkan," tegasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP