Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri apresiasi perayaan Natal aman tanpa aksi teror dan sweeping

Polri apresiasi perayaan Natal aman tanpa aksi teror dan sweeping Tim Gegana amankan Car Free Day jelang Natal. ©2017 merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Kepolisian memastikan perayaan Hari Raya Natal 2017 di seluruh daerah di Indonesia berjalan aman tanpa gangguan. Semua jemaat bisa melakukan ibadat di gereja tanpa ada gangguan termasuk pihak-pihak yang ingin melakukan razia.

"Hasil evaluasi pengamanan ibadat Natal, Alhamdulillah tidak ada aksi teror, catat itu, tidak ada aksi teror. Terus yang kedua, tidak ada sweeping-sweeping, sweeping tidak ada," kata Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/12).

"Terus juga yang lain, arus lalu lintas bisa kita well organized, kita rekayasa sedemikian rupa situasional sehingga jemaat yang beribadat atau keluar masuknya nyaman dan lancar sampai dini hari, pada tanggal 24 malam sampai 25 dan seterusnya sampai tadi malam," tambahnya.

Selain itu, dirinya juga memastikan tak ada pemaksaan oleh suatu pemilik perusahaan atau pusat perbelanjaan terhadap karyawannya yang menggunakan atribut Natal.

"Terus tidak ada juga pemaksaan kehendak oleh pengelola apapun lah, pusat perbelanjaan dan lain-lain yang memaksakan untuk menggunakan atribut," ujarnya.

Ditambahkan Iqbal, terciptanya semua keamanan dan kenyamanan ini karena sejak awal sudah dilakukan antisipasi mulai dari menggelar operasi cipta kondisi, operasi narkoba hingga operasi premanisme di beberapa tempat yang dianggap rawan.

"Ini adalah bukti bahwa pengelolaan di hulunya, operasi cipta kondisi yang saya sampaikan, operasi narkoba, preman, miras dan lain-lain, itu mereduksi semua kejahatan, potensi gangguan keamanan karena sudah kita lakukan preventif strike baik itu sel-sel teroris tadi," tuturnya.

Termasuk tidak adanya tindakan sweeping yang dilakukan ormas. "Itu juga bukti hasil koordinasi kita duduk bersama, person to person, bagaimana para kapolda para Kapolres, Kapolsek untuk me-mapping wilayahnya secara bersinergi untuk mengamankan, teman-teman dari ormas Islam, teman-teman dari ormas-ormas Kepemudaan dan lain-lain sepakat untuk mari kita amankan ibadat Natal ini," ujarnya.

"Karena ini adalah Bangsa Indonesia, kita beda tapi kita tunjukkan bahwa kita bangsa toleran, memang polisi sebagai leading sektornya tetapi teman-teman dari TNI Kabupaten, Kota dan seluruhnya Indonesia dan seluruh potensi-potensi masyarakatnya bergabung menjadi satu bergandengan tangan sehingga Alhamdulillah sweeping tidak ada, pemaksaan kehendak menggunakan atribut tidak ada, aksi teror tidak ada," sambungnya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini berharap agar keamanan itu terus tercipta pada operasi lilin 2017 yang sudah dimulai dari Jumat (22/12) lalu.

"Dan street crime, Alhamdulillah data menunjukkan sampai hari ini menurun, mudah-mudahan kita bisa pertahankan nanti sampai tanggal 2 Januari 2018 pada saat operasi khusus kepolisian operasi lilin ini berakhir," jelas Iqbal.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP