Polresta Palu Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Puncak Haul Guru Tua, Antisipasi Kepadatan

Polresta Palu menyiapkan rekayasa lalu lintas jelang puncak Haul Guru Tua ke-58 untuk mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi acara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polresta Palu Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Puncak Haul Guru Tua, Antisipasi Kepadatan
Polresta Palu menyiapkan rekayasa lalu lintas jelang puncak Haul Guru Tua ke-58 untuk mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi acara. (AntaraNews)

Polresta Palu telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas secara komprehensif menjelang puncak peringatan Haul ke-58 Guru Tua di Kota Palu. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan keselamatan ribuan jemaah yang diperkirakan akan hadir. Pengaturan lalu lintas akan berlangsung mulai 28 Maret hingga 1 April 2026 di sejumlah ruas jalan utama.

Peringatan wafatnya Habib Idrus bin Salim Aljufri, yang dikenal sebagai Guru Tua, akan dipusatkan di seputaran kompleks Alkhairaat Pusat, Jalan SIS Al Jufri. Acara besar ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 75 ribu orang dari berbagai daerah. Oleh karena itu, persiapan matang sangat diperlukan untuk mengelola mobilitas massa dan kendaraan.

Kasat Lantas AKP Atmaji Sugeng Wibowo menjelaskan bahwa pengalihan arus ini bertujuan mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan. Masyarakat diimbau untuk bekerja sama dengan mematuhi rambu-rambu serta petunjuk petugas di lapangan. Ini demi menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya acara penting tersebut.

Detail Rekayasa Lalu Lintas Polresta Palu

Satlantas Polresta Palu akan menerapkan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan vital Kota Palu. Fokus utama pengalihan arus berada di sekitar Jalan Sis Aljufri, Jalan Mangga, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Danau Lindu. Ruas-ruas jalan ini merupakan akses utama menuju lokasi pusat kegiatan Haul Guru Tua.

Pengaturan ini mencakup penutupan sementara sejumlah titik simpang dan pemberlakuan sistem satu arah di beberapa ruas jalan. Tujuannya adalah untuk mencegah penumpukan kendaraan yang dapat menghambat kelancaran lalu lintas. Petugas akan disiagakan di berbagai titik untuk memandu pengguna jalan.

Kasat Lantas AKP Atmaji Sugeng Wibowo menekankan pentingnya rekayasa ini untuk menjamin kelancaran dan keselamatan masyarakat. Ia berharap seluruh pengguna jalan dapat mematuhi arahan petugas di lapangan. Kepatuhan ini krusial demi kelancaran bersama dan suksesnya acara.

Antisipasi Kepadatan dan Imbauan kepada Masyarakat

Pihak kepolisian secara tegas mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif selama periode rekayasa lalu lintas ini. Hal ini penting untuk menghindari titik-titik penutupan jalan yang dapat menyebabkan kemacetan. Informasi mengenai jalur alternatif akan disosialisasikan secara luas kepada publik.

Kerja sama dari masyarakat sangat diharapkan agar tujuan rekayasa lalu lintas dapat tercapai secara optimal. Dengan mengikuti petunjuk dan arahan yang diberikan, aktivitas sehari-hari diharapkan tetap berjalan lancar. Polresta Palu berkomitmen untuk meminimalkan dampak negatif dari pengalihan arus ini.

Pengalihan arus ini bukan hanya untuk peserta haul, tetapi juga untuk seluruh warga Kota Palu. Tujuannya adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib bagi semua pihak. Keselamatan dan kenyamanan publik menjadi prioritas utama bagi aparat keamanan.

Haul Guru Tua Diperkirakan Dihadiri Puluhan Ribu Peserta

Panitia pelaksana memperkirakan bahwa peringatan Haul ke-58 Guru Tua akan dihadiri oleh sekitar 75 ribu orang. Jumlah ini mencakup warga Alkhairaat, alumni, serta para pecinta Alkhairaat dari berbagai daerah. Puncak peringatan akan jatuh pada 1 April 2026 atau 12 Syawal 1447 H.

Sekretaris Panitia, Djamaludin Mariadjang, menjelaskan bahwa perkiraan jumlah peserta ini merujuk pada pelaksanaan haul di tahun-tahun sebelumnya. Haul Guru Tua merupakan agenda tahunan yang selalu menarik perhatian ribuan jemaah. Ini menunjukkan besarnya pengaruh dan kecintaan masyarakat terhadap sosok Guru Tua.

Untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan puluhan ribu peserta, panitia telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak. Kerja sama dilakukan dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk aspek keamanan. Selain itu, beberapa rumah sakit juga disiapkan untuk fasilitas layanan kesehatan bagi peserta.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi