Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polresta Padang selidiki kasus 91 jemaah umrah terlantar di Malaysia

Polresta Padang selidiki kasus 91 jemaah umrah terlantar di Malaysia Ilustrasi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - 91 jemaah umrah diketahui terlantar di Malaysia. Polresta Padang, Sumatera Barat akan melakukan penyelidikan terkait travel umrah bermasalah yang gagal memberangkatkan para jemaah tersebut.

"Kami telah menerima laporan dan akan memproses kasus tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Edrian Wiguna di Padang, Kamis.

Menurut dia, seorang pria bernama Nalhendri (40) melaporkan Direktur PT BMP Edi Kurniawan ke Polresta Padang dengan nomor Laporan Polisi nomor 792/K/III/2018/SPKT UNIT Il. Dalam surat laporan polisi itu juga dituliskan PT Rindu Baitullah bekerja sama dengan PT BMP untuk mengirimkan jemaah umrah dari Sumatera Barat ke Arab Saudi.

Kerja sama itu dibuat dalam surat perjanjian bernomor 054/BMPT&T/VI/2017 atas kerja sama pemberangkatan jemaah umrah tertanggal 3 Juli 2017.

Selanjutnya PT BMP memberangkatkan sebanyak 91 jemaah umrah dari PT Rindu Baitullah dan kini dikabarkan terlantar di Malaysia.

Dalam kasus ini PT Rindu Baitullah mengaku mengalami kerugian sebanyak Rp 1.743.000.000 karena jemaah yang dibawa oleh PT BMP terlantar.

Sebelumnya ratusan peserta umrah asal Sumatera Barat yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci, terlantar di Kuala Lumpur Malaysia dan batal berangkat karena tidak mendapatkan tiket menuju Arab Saudi dari biro perjalanan umrah PT Bumi Minang Pertiwi (BMP).

"Saya membawa 91 orang dijanjikan berangkat 26 Maret 2018. Tiba di Kuala Lumpur untuk berangkat keesokan harinya Selasa (27/3), ternyata tiket tidak bisa dicetak, padahal biaya sudah dibayar lunas," kata pimpinan biro perjalanan umrah PT Rindu Baitulah, Epi Santoso.

Ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT BMP untuk memberangkatkan 91 jemaah dan sudah membayar lunas paket senilai Rp 1,7 miliar atau Rp 19 juta per orang tetapi batal berangkat.

Akibatnya, kata Epi pihaknya harus menanggung biaya penginapan seluruh jemaah, dan karena tidak ada kepastian berangkat ia harus mengeluarkan uang untuk biaya kepulangan seluruh anggota ke Padang.

"Kami dikhianati oleh BMP, padahal sudah dua tahun bekerja sama baik-baik saja," kata dia. Dikutip dari Antara. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP