Polres Singkawang telah menyiapkan pengamanan menyeluruh untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang. Pengerahan personel gabungan ini bertujuan menjaga ketertiban umum.
Sebanyak 900 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan tersebut. Langkah ini diambil guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan menjelaskan bahwa pengamanan diperketat mengingat perayaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh aparat keamanan.
Advertisement
Advertisement
Dari total 900 personel yang dikerahkan, 150 personel berasal dari Polres Singkawang, sementara sisanya merupakan bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Kalbar. Pengamanan juga diperkuat oleh unsur TNI, Pemerintah Kota Singkawang, Jasa Raharja, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi lintas instansi ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan.
Fokus pengamanan Imlek Cap Go Meh Singkawang diarahkan pada lokasi-lokasi strategis seperti tempat kegiatan budaya, rumah ibadah, dan pusat keramaian. Selain itu, jalur lalu lintas utama dan objek vital lainnya juga menjadi prioritas pengamanan untuk mencegah potensi gangguan.
Pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan pendekatan humanis, memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Ini termasuk patroli rutin dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, demi kelancaran seluruh rangkaian perayaan di Singkawang.
Advertisement
Advertisement
Perayaan Cap Go Meh 2026 yang bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan menjadi perhatian khusus bagi aparat keamanan. Kondisi ini memerlukan antisipasi lebih terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas yang mungkin timbul. Kesiapsiagaan ekstra menjadi kunci utama dalam situasi ini.
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan secara tegas mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga toleransi dan persatuan menjelang kedua perayaan besar tersebut. Ia menekankan pentingnya tidak memberikan ruang bagi oknum yang mencoba memprovokasi atau memecah belah kerukunan antarumat beragama di Kota Singkawang.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja menggiring opini negatif atau menyebarkan informasi hoaks. Terutama melalui media sosial, penyebaran berita palsu dapat memicu konflik dan merusak tatanan sosial yang telah terbangun.
Advertisement
Advertisement
Kota Singkawang selama ini dikenal luas sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, sebuah citra yang harus terus dijaga dan diperkuat oleh seluruh elemen masyarakat. Keberagaman budaya dan agama di Singkawang menjadi aset berharga yang patut dilestarikan.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menjaga citra tersebut, Polres Singkawang akan meningkatkan patroli siber. Patroli ini bertujuan memantau perkembangan isu di media sosial agar tidak menimbulkan dampak negatif atau memicu isu SARA dan intoleransi di tengah masyarakat.
Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu bernuansa SARA dan intoleransi yang mungkin disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kerukunan umat beragama di Singkawang adalah prioritas yang harus dipertahankan bersama demi kedamaian kota.
Advertisement
Sumber: AntaraNews