Polres Pamekasan, Jawa Timur, telah mengerahkan sebanyak 266 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengamanan ini dilakukan dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah setempat. Operasi ini bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto menyatakan bahwa pengamanan ini akan berlangsung hingga 25 Maret 2026. Pelaksanaan tugas akan berjalan selama 24 jam penuh dengan sistem sif untuk menjaga kewaspadaan. Hal ini disampaikan saat meninjau area Monumen Arek Lancor.
Fokus utama dari Operasi Ketupat Semeru 2026 ini adalah pada keamanan dan kenyamanan warga. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan tenang dan tanpa hambatan berarti. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian.
Advertisement
Advertisement
Sebanyak 266 personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari kepolisian, TNI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, organisasi pramuka, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari). Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga ketertiban.
Perinciannya, 200 personel berasal dari institusi Polri, sementara 66 personel lainnya merupakan kontribusi dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab Pamekasan. Keterlibatan beragam pihak ini diharapkan mampu menciptakan pengamanan yang komprehensif. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Kapolres Hendra Eko Triyulianto menekankan pentingnya menjaga soliditas antar personel yang bertugas. Peningkatan koordinasi juga menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Pendekatan humanis kepada warga juga diminta untuk diterapkan.
Advertisement
Sinergi lintas sektor harus terus ditingkatkan. Pendekatan humanis kepada warga perlu dilakukan. Ini bertujuan agar pengamanan Lebaran dapat berjalan optimal dan sesuai harapan.
Advertisement
Dalam rangka pengamanan mudik dan balik Lebaran kali ini, Polres Pamekasan mendirikan lima pos pantau. Pos-pos ini tersebar di beberapa lokasi strategis. Lokasi tersebut meliputi Kota Pamekasan, Kecamatan Larangan, Kecamatan Tlanakan, dan Kecamatan Pasean.
Penempatan pos pantau di titik-titik tersebut sangat vital. Ini untuk memantau arus lalu lintas dan memberikan bantuan kepada pemudik. Keberadaan pos ini juga berfungsi sebagai pusat informasi dan penanganan cepat jika terjadi insiden.
Kapolres Hendra juga memantau langsung pelaksanaan pengamanan mudik di lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen pimpinan dalam memastikan operasi berjalan lancar. Pengawasan ketat dilakukan untuk menjamin efektivitas setiap pos pantau.
Advertisement
Sistem pengamanan yang berlangsung 24 jam dengan sistem sif menunjukkan kesiapan penuh. Personel akan selalu siaga di lokasi-lokasi tersebut. Ini untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dan potensi masalah yang mungkin timbul.
Advertisement
Fokus utama Operasi Ketupat Semeru 2026 adalah pada keamanan dan kenyamanan warga. Ini ditegaskan oleh Kapolres Pamekasan. Tujuannya adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri.
Polres Pamekasan berkomitmen penuh untuk menciptakan suasana kondusif selama periode mudik dan balik. Berbagai upaya telah dilakukan. Ini termasuk persiapan personel dan fasilitas pendukung.
Langkah-langkah preventif dan responsif telah disiapkan. Ini untuk mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Tujuannya adalah memastikan setiap pemudik dapat sampai tujuan dengan selamat.
Advertisement
Melalui sinergi dan koordinasi yang kuat, diharapkan seluruh rangkaian Pengamanan Mudik Lebaran 2026 berjalan sukses. Masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan dengan keluarga. Hal ini menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews