Polres Demak Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di Jalur Rawan

Polres Demak mengerahkan 350 personel untuk Operasi Ketupat Candi 2026, memastikan Pengamanan Mudik Lebaran di titik rawan Demak berjalan aman dan lancar bagi pemudik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Demak Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di Jalur Rawan
Polres Demak mengerahkan 350 personel untuk Operasi Ketupat Candi 2026, memastikan Pengamanan Mudik Lebaran di titik rawan Demak berjalan aman dan lancar bagi pemudik. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Demak, Jawa Tengah, telah menyiagakan sebanyak 350 personel guna mendukung pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Demak. Penyiagaan personel ini termasuk penempatan mereka di sejumlah titik rawan yang tersebar di sepanjang jalur mudik Lebaran 2026. Ratusan personel ini merupakan dua pertiga kekuatan Polres Demak yang diterjunkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 telah dilaksanakan di Lapangan Wicaksana Laghawa, menandai dimulainya operasi pengamanan ini. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Demak Eisti'anah, didampingi Dandim 0716/Demak Letkol Arm Dony Romansyah dan Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra. Operasi Ketupat Candi 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua belas hari, mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama pada Pengamanan Mudik Lebaran.

Pengamanan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas maupun merayakan Idul Fitri di Kabupaten Demak. Bupati Demak juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan operasi ini berjalan optimal. Selain itu, langkah antisipasi terhadap dampak fluktuasi ekonomi global juga menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk pemantauan harga kebutuhan pokok dan operasi pasar.

Strategi Pengamanan Jalur Mudik Demak

Untuk mengoptimalkan Pengamanan Mudik Lebaran, Polres Demak telah mendirikan empat pos pengamanan (Pospam) strategis. Pospam tersebut berlokasi di Sayung, Alun-Alun Demak, Trengguli, dan Mranggen, yang merupakan titik-titik vital di jalur mudik. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan kepadatan lalu lintas dan potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama musim mudik.

Selain personel dari Polres Demak, pengamanan juga diperkuat dengan bantuan 20 personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah. Personel Brimob ini akan melaksanakan patroli rutin, termasuk di kawasan permukiman yang ditinggal mudik. Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang mungkin meningkat saat rumah-rumah kosong ditinggal pemiliknya mudik.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menjelaskan bahwa ratusan personel ini akan ditempatkan di titik rawan serta pos pengamanan yang telah didirikan. Kesiapan pos-pos ini telah ditinjau langsung oleh Kapolres, meliputi personel, sarana prasarana, dan sistem pelayanan kepada masyarakat.

Imbauan Keselamatan dan Antisipasi Kejahatan

Kapolres Demak secara khusus mengingatkan para pemudik agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman. Kabupaten Demak seringkali menjadi 'titik lelah' bagi pemudik yang datang dari arah timur maupun barat, sehingga penting untuk beristirahat.

"Kami mengimbau para pemudik agar beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk," ujar Kapolres. Ia menambahkan bahwa pos pengamanan yang telah disediakan dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat. Hal ini bertujuan agar perjalanan tetap aman dan pemudik dapat selamat sampai tujuan.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada malam takbir untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, seperti perkelahian atau tawuran antar kelompok masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, serta aksi hipnotis atau gendam, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sinergi Lintas Sektor dan Stabilitas Ekonomi

Bupati Demak Eisti'anah menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan menjelang arus mudik Lebaran. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi lintas sektor yang kuat dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan optimal.

Operasi pengamanan ini dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri. Komitmen bersama ini bertujuan untuk memastikan pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Di sisi lain, Bupati juga menyinggung dinamika situasi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk fluktuasi harga minyak dan komoditas. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan langkah antisipasi melalui pemantauan harga kebutuhan pokok, operasi pasar, serta penyelenggaraan pasar murah bekerja sama dengan Perum Bulog dan pihak terkait.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi