Polres Cimahi Selidiki Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI KBB

Minggu, 6 September 2020 01:02 Reporter : Aksara Bebey
Polres Cimahi Selidiki Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI KBB ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Dua pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dimintai keterangan oleh penyidik Polres Cimahi. Hal ini berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana hibah tahun 2020 sebesar Rp10 miliar yang masih dalam penyelidikan.

Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan kasus ini didalami setelah ada laporan pada Agustus lalu. Ia menjelaskan, pemanggilan dua pengurus Koni tersebut berstatus saksi.

Pihak kepolisian masih belum bisa menyimpulkan bagaimana kasus penyelewengan dana hibah tersebut. Selain pengumpulan keterangan saksi, fokusnya saat ini memeriksa dokumen yang berkaitan dengan dugaan penyelewengan.

"Sudah dua orang saksi yang kami periksa. Unit Tipikor masih mendalami dugaan Tindak pidana korupsi yang terjadi di KONI dengan memanggil saksi-saksi di internal KONI," kata Yohannes, Sabtu (4/9/2020).

Dikonfirmasi terpisah, Sekertaris KONI Kabupaten Bandung Barat Lili Supriatna menegaskan bahwa dugaan kasus penyelewengan dana hibah itu tidak benar. Pihak Koni ia sebut sudah memberikan keterangan kepada polisi.

"Tuduhan itu jelas tidak benar, kesaksian kepada kepolisian sudah kami berikan. Yang jelas agar beritanya tidak simpang siur, tunggu saja rilis dari kami," ucap dia, singkat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, salah satunya dari Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Gantole, Dadang Kardus menyatakan KONI KBB menjanjikan bahwa pencairan dana hibah tahap II akan diberikan pada bulan Juli 2020.

"Dari anggaran Rp 10 miliar dana hibah Pemkab Bandung Barat, sejauh ini anggaran yang sudah dicairkan baru sekitar Rp 3 miliar. Sementara sisa dana hibah tidak diketahui kejelasannya," ucap dia.

Anggaran yang sudah cair, digunakan untuk pembayaran tahap pertama insentif khusus (insus) sebesar Rp 825 juta, pembayaran insentif Pelatkab dan Pelatda PON sebesar Rp 970 juta, dan Dana Operasional Cabang Olahraga (DOP) sebesar Rp1,2 miliar. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini