Polisi Usai Autopsi: Wabup Sangihe Diduga Meninggal Karena Komplikasi Sakit

Senin, 14 Juni 2021 10:47 Reporter : Nur Habibie
Polisi Usai Autopsi: Wabup Sangihe Diduga Meninggal Karena Komplikasi Sakit Jasad Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Diterbangkan ke Manado. ©ANTARA/HO-Dok. Pribadi

Merdeka.com - Polisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah Wakil Bupati Sangihe Sulawesi Utara, Helmud Hontong. Diketahui, Helmud meninggal saat berada di pesawat dalam penerbangan Denpasar-Ujungpandang pekan lalu.

"Ya tadi pagi (sudah dilakukan autopsi) jam 5.30 Wita-09.00 Wita," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (14/6).

Namun, ia belum bisa menjelaskan terkait hasil autopsi dari jenazah Helmud. Argo meminta untuk menunggu keterangan dari dokter yang melakukan autopsi.

"Baru selesai (autopsi) tunggu saja. Tunggu keterangan dokter," ujarnya.

Penyakit Menahun

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Jules A Abast menyebut, dugaan sementara Helmud meninggal karena penyakit menahun.

"Hasilnya sementara ini diduga karena komplikasi penyakit menahun," ujar Jules.

Sayangnya, ia tak membeberkan secara rinci terkait penyakit menahun yang dialami oleh Helmud.

"Dokter yang bisa menjelaskan (penyakit menahunnya)," ucapnya.

Saat disinggung apakah penyakit menahunnya itu seperti penyakit jantung seperti yang disampaikan Koordinator Gerakan Save Sangihe Island, Alfred. Ia mengaku, dokter tak menjelaskan soal hal itu.

"Dokter tidak menjelaskan ke sana (dugaan jantung)," tutupnya.

Wabup Sangihe Meninggal

Sebelumnya, Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Helmud Hontong tutup usia saat berada di pesawat dalam penerbangan Denpasar-Ujungpandang.

Pejabat Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sangihe, Maya Budiman mengatakan, informasi yang diperoleh bahwa Helmud Hontong menumpang pesawat dengan nomor penerbangan JT 740 menempati Seat: 25E ditemani Harmen Kontu selaku ajudan yang duduk di seat 25F.

"Pukul 16.17 saat di bandara Hasanudin Makassar, dokter dan perawat segera naik ke pesawat untuk mengecek kondisi Bapak Helmud yang sudah tidak sadarkan diri," kata dia, dilansir Antara, Rabu (9/6).

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menyatakan Helmud Hontong telah meninggal dunia.

"Jenazah saat ini sementara berada di tempat pemulasaran jenazah CV Daya Mitra Husada dipersiapkan untuk diterbangkan ke Manado terus ke Tahuna pada hari Kamis 10 Juni," katanya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini