Polisi Upayakan Mediasi Kasus UU ITE Menyeret Pengurus IPW

Selasa, 23 Februari 2021 23:11 Reporter : Merdeka
Polisi Upayakan Mediasi Kasus UU ITE Menyeret Pengurus IPW Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes P Yusri Yunus. ©2020 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Ketua Bidang Investigasi IPW Joseph Erwiantoro terjerat kasus UU ITE. Joseph dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya terkait pencemaran nama baik oleh Agustinus Eko Rahardjo pada November 2020.

Joseph dipolisikan terkait cuitan menyoroti sepak bola dilakukannya. Joseph telah ditetapkan sebagai tersangka pada 5 Februari lalu dan dijerat pasal 27 UU ITE setelah memenuhi dua alat bukti.

Kasus itu disoroti ketua Presidium IPW Neta S Pane. Polda Metro Jaya dinilai Neta membangkang atau tidak mengikuti instruksi Kapolri terkait penanganan kasus UU ITE setelah memproses rekannya tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kasus ITE yang menyeret Joseph dilaporkan sejak jauh hari sebelum surat edaran Kapolri mengenai penanganan kasus UU ITE terbit. Tepatnya tahun 2020 lalu, atau sebelum Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat.

"Jadi ini bukan kasus baru, laporan polisi ini sudah sejak 2020 dan ini sudah berjalan sampai penyelidikan, penyidikan dan penetapan tersangka ke terlapor," kata Yusri di Jakarta, Selasa (23/2).

Joseph sedianya diperiksa polisi hari ini. Menurut Yusri panggilan itu sudah dilayangkan sejak sebelum instruksi Kapolri terkait penanganan ITE dikeluarkan.

"Penyidikan berjalan terakhir penetapan tersangka itu awal Bulan Februari lalu tanggal 5 kita lakukan pemanggilan hari ini panggilan kedua. Dikaitkan surat edaran Kapolri kemarin, surat panggilan pemeriksaan tersangka sejak 17 lalu sebelum adanya surat edaran Kapolri," ujar dia.

Dia menjelaskan, setelah surat edaran pedoman penanganan kasus ITE dikeluarkan kapolri, pihaknya bakal pakem mengikuti pedoman tersebut. Jika disangkutkan dengan kasus dimaksud, ia mengaku bakal tetap memanggil terlapor dalam kasus tersebut namun terlapor itu tidak dilakukan pemeriksaan.

"Apakah pelapornya terima atau tidak, kalau tidak terima hukum tetap berjalan tapi kita upayakan mediasi dan tidak kita tahan," imbuhnya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini