Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan temuan aktivitas diplomat muda ADP melalui rekaman CCTV sebelum ia ditemukan meninggal dunia.
Menurut Wira, ADP terekam berada di lantai 12 kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) selama kurang lebih 1 jam 26 menit sebelum ditemukan tewas di Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025).
“Di sana ada beberapa event kegiatan yang terekam di CCTV dan itu sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak digital,” ujar Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Dalam rekaman tersebut, korban terlihat dua kali mencoba menaiki pagar pembatas setinggi 150 sentimeter.
“Percobaan pertama hanya sampai sebatas ketiak di sudut sebelah sini. Di bawahnya adalah lantai rooftop lantai 11 dan ke bawah. Itu sampai di ketiak,” jelas Wira.
Pada percobaan kedua, korban terlihat berpindah posisi ke bagian depan pagar dan tubuhnya naik lebih tinggi hingga mencapai atas pusar.
“Itu terekam semua. File rekamannya lengkap,” tandasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyimpulkan tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus kematian ADP. Namun, peristiwa tersebut mengarah pada dugaan bunuh diri.
Sebelumnya, tim digital forensik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menemukan sejumlah jejak pencarian terkait bunuh diri di akun Yahoo milik diplomat Kemlu ADP.
Hal itu diungkapkan oleh anggota tim, Ipda Saji Purwanto, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7).
“Kami jelaskan bahwa dari hasil pencarian terkait bunuh diri, kami temukan 11 segmen dari akun Yahoo milik korban, yang dikirim sejak tahun 2013,” kata Saji.
Dari jumlah tersebut, sembilan segmen diketahui dikirim pada tahun 2021 ke salah satu badan penyedia layanan dukungan emosional rahasia bagi individu yang mengalami tekanan mental dan rasa putus asa, kondisi yang berpotensi mengarah pada tindakan bunuh diri.
Namun, Saji menegaskan bahwa tidak ditemukan pencarian terkait metode bunuh diri dengan menggunakan lakban atau membungkus kepala.
“Nah, yang dicari apakah ada pencarian atau kata kunci lakban atau dibungkus kepalanya. Saya tegaskan, itu tidak ada. Namun informasi soal itu ada dalam email di tahun 2021,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saji menjelaskan bahwa dari sembilan segmen tersebut, korban sempat menuliskan cerita tentang keinginan mengakhiri hidup, seperti melompat dari gedung atau menenggelamkan diri di pantai.
“Pada intinya, dari sembilan segmen itu, korban sedang bercerita ketika melihat gedung, ia terpikir untuk meloncat. Ketika melihat pantai, ia terpikir untuk menenggelamkan diri. Intinya seperti itu,” pungkasnya.
Pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur lain yang terlibat dalam kematian ADP.