Polisi Ungkap Motif Teror Bom Sekolah Depok: Pelaku Pilih Acak 10 Sekolah dengan AI

Kepolisian berhasil mengungkap motif di balik teror bom sekolah Depok yang menyasar 10 institusi pendidikan, di mana pelaku menggunakan teknologi AI untuk memilih target secara acak dan ingin mencari perhatian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Ungkap Motif Teror Bom Sekolah Depok: Pelaku Pilih Acak 10 Sekolah dengan AI
Kepolisian berhasil mengungkap motif di balik teror bom sekolah Depok yang menyasar 10 institusi pendidikan, di mana pelaku menggunakan teknologi AI untuk memilih target secara acak dan ingin mencari perhatian. (AntaraNews)

Pihak Kepolisian Republik Indonesia telah mengidentifikasi dan menangkap seorang tersangka berinisial H (23) yang diduga kuat sebagai pelaku di balik ancaman teror bom terhadap 10 sekolah di Depok, Jawa Barat. Insiden ini terjadi pada Selasa, 23 Desember 2025, dan sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat serta pihak sekolah. Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh Polres Metro Depok berhasil mengungkap modus operandi serta motif di balik aksi teror tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Depok, Kompol Made Oka, menjelaskan bahwa pemilihan 10 sekolah tersebut dilakukan secara acak oleh tersangka. Tersangka H menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan ChatGPT untuk mencari alamat sekolah, kemudian mengirimkan ancaman bom melalui email. Meskipun ancaman tersebut tidak terbukti, tindakan ini tetap dianggap serius oleh aparat penegak hukum.

Menurut keterangan polisi, tersangka H adalah alumni dari salah satu sekolah yang menjadi target teror. Motif utama di balik perbuatannya adalah untuk mencari perhatian, yang kemudian terungkap memiliki latar belakang masalah pribadi. Kejadian ini menyoroti kerentanan institusi pendidikan terhadap ancaman siber dan pentingnya kewaspadaan digital.

Dalam melancarkan aksinya, tersangka H memanfaatkan teknologi untuk menyamarkan jejaknya, termasuk menggunakan email atas nama mantan kekasihnya, Kamila Hamdi. Awalnya, email tersebut mengatasnamakan Kamila sebagai pengirim ancaman, namun pihak kepolisian berhasil mematahkan dugaan tersebut setelah melakukan serangkaian penyelidikan. Penyelidikan melibatkan pemeriksaan perangkat elektronik milik tersangka dan koordinasi dengan ahli forensik digital.

Kompol Made Oka menegaskan bahwa dari hasil penyelidikan, perangkat yang digunakan untuk mengirimkan email teror ditemukan di rumah tersangka H. Proses penetapan tersangka dilakukan setelah polisi mengumpulkan bukti-bukti kuat dan memeriksa sejumlah saksi. Tersangka H, seorang mahasiswa jurusan Teknologi Informasi, kini dijerat dengan pasal berlapis terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, sebelumnya telah mengonfirmasi adanya ancaman bom ini dan menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penyisiran di seluruh sekolah yang disebut dalam ancaman. Meskipun hasil penyisiran tidak menemukan adanya bahan peledak atau ancaman nyata, pihak kepolisian tetap mengambil langkah preventif untuk memastikan keamanan. Seluruh sekolah telah dinyatakan aman setelah proses penyisiran selesai.

Motif di balik tindakan tersangka H terungkap berakar dari kekecewaan pribadi. Kompol Made Oka menjelaskan bahwa tersangka merasa kecewa dan sakit hati karena lamarannya ditolak oleh keluarga Kamila Hamdi, mantan kekasihnya. Hubungan mereka yang kandas pada tahun 2022 menjadi pemicu utama tersangka melancarkan teror ini. Tersangka juga diketahui sering melakukan tindakan mengganggu lainnya, seperti order fiktif dan membuat akun palsu untuk menjelek-jelekkan Kamila.

Tersangka H ingin mencari perhatian Kamila melalui aksi teror yang mengguncang banyak pihak. Selain itu, fakta bahwa tersangka adalah alumni salah satu sekolah yang diteror juga menjadi bagian dari motifnya. Kasus ini menunjukkan bagaimana masalah pribadi dapat memicu tindakan ekstrem yang berdampak luas pada masyarakat.

Berikut adalah daftar 10 sekolah di Depok yang menerima ancaman teror bom dari tersangka H:

  • SMA Arrahman
  • SMA Al Mawaddah
  • SMA 4 Depok
  • SMA PGRI 1
  • SMA Bintara Depok
  • SMA Budi Bakti
  • SMA Cakra Buana
  • SMA 7 Sawangan
  • SMA Nururrahman
  • SMAN 6 Depok

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi